Perantau "Serbu" Durian di Pesisir Selatan

id Durian

Buah durian asal Lampung (Hisar Sitanggang/Antaralampung.com)

Painan (ANTARA) - Perantau dan wisatawan "menyerbu" dan memborong si raja buah di Pesisir Selatan, Sumatera Barat hingga pedagang kehabisan stok.

"Semenjak pukul 10.00 WIB seluruh buah durian yang dijual ludes, padahal saya baru berjualan sekitar satu jam," kata seorang pedagang, Rusli (40) di Pasar Kambang, Lengayang.

Ia menambahkan rata-rata pembeli merupakan para perantau sehingga mereka tidak hanya membeli satu atau dua buah saja namun dalam jumlah banyak.

"Tadi ada yang membeli lima sampai sepuluh buah, sehingga dagangan saya cepat habis," kata dia.

Ia mengungkapkan selain dirinya pedagang buah durian lain juga mengalami hal serupa yakni hanya dalam hitungan jam dagangannya sudah habis.

Sementara itu, seorang pembeli buah durian, Jamalus (55) mengaku tidak lagi kebagian membeli buah durian karena kehabisan stok, padahal ia sudah datang jauh-jauh dari Surantih, Kecamatan Sutera.

"Di Pasar Surantih sejak pukul 09.00 WIB sudah tidak ada lagi yang berjualan buah durian makanya saya ke Pasar Kambang ternyata situasinya sama," ungkapnya.

Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang pakaian di Jakarta mengaku sangat senang tahun ini merayakan lebaran di kampung halaman karena bertepatan dengan musimnya buah yang juga dijuluki si raja buah itu.

"Kemarin saya juga "berburu" buah durian, alhamdulillah dapat namun hari ini kurang beruntung," katanya lagi.

Ia menyebut buah durian di kampung halamannya memiliki rasa yang khas dan lebih nikmat dibanding durian di ibu kota negara, hal tersebut menurutnya karena durian di kampung matang di pohon setelah itu langsung dijual dalam keadaan segar.

Biasanya pada hari biasa selain libur lebaran, Kecamatan Sutera dan Lengayang merupakan kecamatan yang paling banyak memproduksi buah durian dibanding 13 kecamatan lain di kabupaten setempat.

Varietas buah durian di daerah itu diantaranya durian "kunik", durian "kambuik", durian "jantuang", durian "taruang", durian "manggi" dan lainnya.

Durian "kambuik" memiliki buah yang besar serta daging buah yang tebal, sementara durian "kunik" daging buah berwarna kekuning-kuningan.

Masing-masing varietas memiliki cita rasa yang berbeda-beda, biasanya pembeli akan membeli durian sesuai dengan cita rasanya itu.***1***

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar