Kawasan Mandeh Pesisir Selatan Dilirik Dua Investor

id Mandeh

Perahu wisata merapat di pantai Baga, Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (30/1/2019). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan jalan akses sepanjang 41,08 km ke KWBT Mandeh dan kini tempat tersebut dapat dicapai dalam 1-1,5 jam dari kota Padang. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.

Painan, (Antaranews Sumbar) - Dua lokasi di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dilirik dua investor dan saat ini keduanya terus melengkap izin-izin yang dibutuhkan.

"Lokasi tersebut ialah Pulau Marak dan Pulau Jawi-Jawi, sementara investornya ialah Dempo Group dan satunya berasal dari Cekoslowakia," kata Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pesisir Selatan, Suardi di Painan, Minggu.

Masing-masing investor akan menggelontorkan dana segar sebanyak Rp100 miliar dan Rp80 miliar untuk mengelola kedua lokasi, tambahnya.

"Mereka akan mengembangkan wisata alam, hal tersebut sejalan dengan lokasi yang indah di sana," katanya.

Di Kawasan Mandeh, terdapat beberapa gugusan pulau yang memiliki keindahan tersendiri, bahkan Pulau Cubadak yang merupakan satu diantaranya sudah dikelola investor Itali sejak 1993.

Tak tanggung-tanggung, investor tersebut menjadkan wisatawan luar negeri sebagai pangsa pasarnya.

"Sebenarnya keindahan pulau-pulau di Kawasan Mandeh sudah sejak lama dikenal, hal tersebut terbukti dengan dikelolanya Pulau Cubadak oleh investor dari Itali," sebutnya.

Pihaknya mengaku membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di pulau-pulau di kawasan yang juga dikenal sebagai surga tersembunyi itu.

Semua pengurusan izin bisa dilakukan secara online dan gratis terkecuali izin mendirikan bangunan.

Tidak hanya itu, sebelumnya Bupati setempat, Hendrajoni juga menjanjikan pajak gratis selama lima tahun bagi investor yang bersungguh-sungguh.***

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar