Harga BBM Jenis Solar Enceran Naik di Agam

id Harga BBM Jenis Solar Enceran Naik di Agam

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah pedagang enceran di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dijual sebesar Rp6.000 per liter semenjak pengurangan kuota oleh Pertamina.Salah seorang pedagang BBM jenis solar enceran di Manggopoh Andri (32), Kamis, mengatakan pihaknya terpaksa menaikkan harga karena stok solar terbatas. "Stok terbatas semenjak pengurangan kuota solar, makanya harga dinaikkan menjadi Rp6.000 dari sebelumnya Rp5.000 per liter," kata Andri.Tambahnya, semenjak pengurangan kuota solar ini, pihaknya terpaksa menunggu cukup lama di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), karena pada umumnya kuata solar untuk SPBU di kurangkan.Padri Agen (39), salah seorang pengemudi truk menambahkan, pihaknya terpaksa membeli solar dengan harga Rp6.000 per liter, karena persediaan solar ditiga unit SPBU di Agam wilayah barat tidak ada."Tidak mungkin saya menunggu solar sampai ada di SPBU, sedangkan mobil ini harus jalan terus," tambahnya.Dengan kondisi ini, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menyikapi ini secepatnya, agar tidak berdampak terhadap ekonomi masyarakat.Tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman mengatakan, Pemkab Agam tidak bisa interpensi terkait pengurangan kuota solar, karena kuota solar masing-masing SPBU telah ditetapkan.Kepala Operasional SPBU Gunung Sago Permai Saparudin menambahkan, saat ini kuota solar untuk SPBU Gunung Sago Permai sebanyak 28.000 liter atau dua mobil tengki dengan muatan 16 ribu liter untuk satu minggu.Sebelumnya kuota sebanyak 56.000 liter atau empat mobil tengki untuk satu minggu dan kondisi ini terjadi di seluruh SPBU."Kuota solar sekitar 50 persen di kurangkan oleh Pertamina untuk setiap SPBU," katanya.Sedangkan persediaan premium tidak bermasalah dan kuota untuk SPBU Gunung Sago Permai sebanyak 28.000 liter atau dua mobil tengki dalam satu hari. (ari)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.