TP-PKK Solok Selatan ajak tingkatkan kepedulian keluarga cegah penularan tuberkulosis

id TBC,cegah TBC

TP-PKK Solok Selatan ajak tingkatkan kepedulian keluarga cegah penularan tuberkulosis

Ilustrasi - scan kanker paru.



Padang Aro (Antaranews Sumbar) - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyatakan Kesadaran dan kepedulian keluarga terhadap penularan dan pencegahan Tuberkulosis (TB) harus ditingkatkan, karena pasien TB berada di sekitar keluarga.

"Penularan TB itu sangat mudah terjadi, sehingga kepedulian keluarga perlu ditingkatkan supaya penularan bisa dicegah", kata ketua Pokja IV TP PKK Solok Selatan Ny Eyi Novirman didampingi Koordinator Pokja IV Ny Bet Yulian Efi, di Padang Aro, Jumat.

Dia berharap, pengurus TP PKK kecamatan dan nagari dapat menginformasikan bahaya TB serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk pencegahan.

Pengurus PKK Kecamatan dan Nagari katanya, bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga sangat mudah untuk memberikan pemahaman.

Ia menyebutkan, PKK nagari harus bisa merangkul masyarakat untuk mensosialisasikan program TB selama 2018 ini pada seluruh masyarakat Solok Selatan.

Pihaknya sudah melakukan berbagai sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman Tim Penggerak PKK dan seluruh komponen masyarakat tentang keberadaan tujuan, program dan kegiatan PKK dalam rangka memberdayakan dan meningaktan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Solok Selatan Kusharni mengatakan, TB atau yang lebih dikenal dengan sebutan TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman TB Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke tubuh melalui pernafasan.

"TB merupakan penyakit infeksi menular yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru," katanya.

Penyakit TB termasuk masalah kesehatan terbesar di dunia, setelah HIV sehingga harus ditangani dengan serius.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2014, kasus TB di Indonesia mencapai satu juta kasus dan jumlah kematian akibat TB diperkirakan 110.000 kasus setiap tahunnya.

Adapun gejala TB seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, mengalami sesak nafas, berat badan menurun, dan keringat di malam hari tanpa aktifitas.

Jika ditemukan gejala, kata dia maka segeralah berobat ke Puskesmas atau ke Klinik terdekat untuk diperiksa dahaknya.

Dia menambahkan, obat TB diberikan secara gratis namun harus diminum teratur sesuai aturan dari dokter untuk mencegah dari kebal terhadap obat TB.

"Setiap pasien TB harus ditemukan dan diobati sampai sembuh agar penularan TB dapat dihentikan. Peran keluarga pada gerakan ini sangat penting, karena semangat dan kepatuhan pasien untuk minum dan menelan obat ditentukan oleh dukungan keluarga," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar