Bupati harapkan Kantor Pencarian dan Pertolongan ada di Pesisir Selatan

id Hendrajoni

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Hendrajoni mengharapkan kehadiran Kantor Pencarian dan Pertolongan di daerah setempat sebagai upaya meminimalkan kerugian akibat bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan longsor.

"Saat ini Kantor Pencarian dan Pertolongan di Sumatera Barat baru ada di Padang dan Mentawai, ke depan kami berharap juga dibentuk di Pesisir Selatan," katanya di Painan, Rabu.

Ia menambahkan, penduduk daerah setempat berjumlah lebih kurang 501 ribu jiwa dan kebanyakan bermukim di wilayah pantai dan bantaran sungai sehingga mereka rentan tertimpa bencana.

Menurutnya, dengan adanya Kantor Pencarian dan Pertolongan maka tindakan cepat akan bisa dilakukan, selain adanya sarana dan prasarana memadai, personel juga tentu bisa lebih cepat diturunkan.

"Saya dalam waktu dekat akan membicarakan hal ini dengan pejabat pusat sehingga bisa segera terealisasi," sebutnya.

Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Padang, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar simulasi gempa bumi di Pesisir Selatan dengan melibatkan 110 personel.

Personel tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia, Taruna Siaga Bencana, dan Kelompok Siaga Bencana daerah setempat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Ahmad Yunir menyebutkan, selain melibatkan seratusan personel, simulasi tersebut juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung seperti mobil dan perahu amfibi, ambulance, kapal cepat, anjing pencari dan lainnya.

"Pesisir Selatan merupakan daerah yang rentan terhadap bencana seperti gempa bumi, banjir, punting beliung dan lainnya. Dengan adanya kegiatan ini tentu keterampilan regu penyelamat akan semakin terasah," kata Yunir. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar