Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 83 tim dari beberapa provinsi di Sumatera dan Jawa mengikuti pesta buru babi sebagai kegiatan olah raga sekaligus wisata di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
"Selain untuk olah raga dan wisata, kegiatan ini juga untuk membantu membasmi hama babi di Tanjung Raya, Agam," kata Ketua pelaksana, Gusmardi di Lubukbasung, Minggu.
Ratusan peserta yang tergabung dalam 83 tim tersebut berasal dari Sumbar, Riau, Jambi dan Jakarta. Masing-masing membawa beberapa ekor anjing berburu yang dipastikan telah divaksin.
Lokasi yang disediakan panitia untuk melepaskan anjing buru dibagi pada tiga titik masing-masing Pasar Rabaa dengan jarak tempuh ke lokasi buruan sekitar tiga kilometer.
Lokasi itu diutamakan bagi peserta dari luar Agam dan pada umumnya anjing yang digunakan memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk mengejar babi.
Lokasi kedua berada di Belo-belo dengan jarak tempuh ke lokasi buruan sekitar 1,5 kilometer. Selanjutnya lokasi ketiga di Rimbo Nagari Koto Kaciak dan lokasi itu merupakan pusat kegiatan.
"Sistim berburu babi itu dengan cara reli dan tradisional," kata Gusmardi.
Persatuan Olahraga Berburu Babi (PORBI) Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam sebagai pelaksana juga berharap kegiatan itu bisa mempromosikan keindahan daerah, terutama Danau Maninjau.
Peserta berburu babi dari Solok, Anto menambahkan, pesta berburu wisata ini sangat ramai diikuti pecandu berburu babi hutan di Sumbar, setelah berburu babi di Kabupaten Solok beberapa bulan lalu.
Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Bimmas Polres Agam, Iptu Zakiuddin memberikan apresiasi kepada PORBI Nagari Koto Kaciak dan masyarakat setempat yang telah mengelar kegiatan tersebut. "Kita berharap kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun, karena kegiatan ini bisa membasmi hama babi hutan, ajang silaturahmi, mempromosikan daerah dan lainnya," katanya. ***4***
