Polisi : Seorang ibu bunuh tiga anaknya

id Pembunuhan

Ilustrasi. (Antara) ()

Polda Jatim juga telah mendapatkan laporannya hasil dari dua "scientific indetification" yang dilaksanakan yakni visum yang dikeluarkan kedokteran dan hasil dari laboratorium forensik yang sudah dilakukan
Surabaya, (Antaranews Sumbar) - Pejabat polisi menyebutkan seorang ibu tega membunuh tiga orang anak kandungnya, di Jombang , Jawa Timur.

Polisi memastikan tiga ketiga anak itu dibunuh oleh ibu kandungnya, setelah sebelumnya mereka diduga bunuh diri.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Jumat, mengatakan Polres Jombang sudah menyimpulkan dan Polda Jatim juga telah mendapatkan laporannya hasil dari dua "scientific indetification" yang dilaksanakan yakni visum yang dikeluarkan kedokteran dan hasil dari laboratorium forensik yang sudah dilakukan.

"Dari kedua hasil itu kami memastikan bahwa ketiga anak itu dibunuh. Berbeda bunuh diri dengan dibunuh. Labfor Polda Jatim menyatakan bahwa anak umur empat bulan, empat tahun dan tujuh tahun adalah terbunuh karena cairan yang ada di sisa paru-paru dan saluran tenggorokan," ungkapnya.

Dia menjelaskan hasil ini berupa cairan baygon, cairan air. Yang berarti anak berumur empat bulan itu direndam di bak mandi. Sementara pada ibunya ditemukan cairan yang sama, cairan baygon.

"Kami pastikan bahwa dugaan awal bahwa ketiga anak itu dibunuh terbukti dengan fakta yang ada. Setelah menghabisi ketiga anaknya, sang ibu S mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara meminum cairan baygon, tapi masih diselamatkan," ujarnya.

Dia mengungkapkan polisi telah memeriksa seorang pria yang diduga adalah suami siri dari yang bersangkutan untuk kasus penelantaran keluarga. Motif tersebut terkuak setelah S sudah berangsur pulih.

"Kita tidak tahu siapa yang bertengkar sebelum meninggalnya ketiga anak. Sabar saja, kasus ini pasti tekuak. Ini menjadi perhatian publik karena yang menjadi korban adalah anak-anak," tambahnya.

Barung juga memastikan bahwa sang ibu, S menjadi tersangka karena telah membunuh anaknya.(*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar