Ternyata Tapir Masuk Kolam Fenomena Biasa

id Tapir

Ternyata Tapir Masuk Kolam Fenomena Biasa

Seekor tapir (Tapirus indicus) betina yang diberi nama Raline lahir di Lembaga Konservasi Ex-Situ (di luar habitat) Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO)

Padang, (Antara Sumbar) - Pakar bidang biologi hewan vertebrata dari Program Studi Biologi, Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Wilson Novarino mengatakan tapir jenis India yang masuk kolam ikan warga di Padangpariaman merupakan fenomena biasa.

"Tapir merupakan hewan nokturnal atau bergerak saat malam hari serta sering menyeruduk, amat wajar bila masuk kolam atau kali," kata dia di Padang, Senin.

Dia menyebutkan daerah tempat ditemukannya tapir di kolam juga bagian dari perlintasan hewan mamalia tersebut, di Balai Hilia Lubuk Alung, Padang Pariaman yang dekat dengan hutan.

Seperti habitatnya, ujar dia tapir biasa bergerak di dekat dan dalam hutan.

Akan tetapi, menurut Wilson keberadaan tapir di pemukiman warga kemungkinan karena adanya tekanan di dalam habitatnya.

Mungkin saja hutan biasa hewan tersebut hidup dan mencari makan sudah tidak lagi kondusif sehingga mencari tempat yang lebih layak.

"Kejadian ini sering terjadi dan memang sebagian wilayah habitatnya telah terganggu," kata dia.

Sebagai contoh tahun lalu di Kabupaten Lima Puluh Kota ada tapir masuk ke dalam saluran pembuangan tinja, yang kemungkinan di kejar predator.

Sebelumnya ada juga tapir yang tertabrak kendaraan dan terjadi saat malam hari.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar, Wawan Sukawan mengatakan seekor tapir ditemukan di kolam ikan warga Padangpariaman pada Minggu (28/8) pukul 21.00 WIB.

Pada saat ditemukan, sebutnya kondisi hewan seberat satu ton itu dalam keadaan lemah dan stres yang mengharuskan timnya mengevakuasi ke Padang.

Saat ini sebutnya hewan yang ada empat jenis di dunia itu dalam tahap rehabilitasi di BKSDA Sumbar. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.