
Setelah Kabur Sekitar 14 Jam, Tapir Titipan BKSDA Akhirnya Tertangkap
Selasa, 29 Agustus 2017 11:59 WIB

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Satwa tapir yang kabur setelah dititipkan ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), telah ditangkap petugas pada Selasa pagi.
Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Resor Bukittinggi, Ciko di Bukittinggi, Selasa mengatakan satwa itu ditemukan di area Istana Bung Hatta sekitar pukul 08.00 WIB, setelah kabur dari kandangnya di TMSBK pada Senin sekitar pukul 18.30 WIB.
"Setelah ditemukan langsung dimasukkan ke kandang dan kembali dibawa ke TMSBK untuk dikarantina," katanya.
Ia menerangkan tapir betina itu sebelumnya ditemukan terjebak di kolam ikan di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Padangpariaman pada Minggu (27/8) malam.
Saat ditemukan, tapir mengalami sejumlah luka lecet ditubuhnya sehingga memerlukan perawatan.
"Tapir betina sampai di TMSBK pada Senin (28/8) sore untuk dirawat dan ditempatkan di kandang bersama tapir jantan usia tiga tahun koleksi TMSBK," ujarnya.
Menurut perkiraannya, karena terbiasa di alam, tapir mengalami stres setelah akhirnya ditempatkan dalam kandang yang ukuran terbatas lalu berusahan kabur.
"Perkiraan kami, tapir betina berusaha kabur jelang malam hari melalui celah pagar, karena hanya bagian kepala yang bisa lewat kemungkinan dia mengangkat pintu menggunakan kepala hingga engsel terlepas. Saat ini pintu diperbaiki oleh petugas TMSBK untuk menghindari satwa itu kabur lagi," jelasnya.
Ia menyebutkan satwa itu kabur melalui Jembatan Limpapeh, Benteng dan sempat sampai ke jalanan sekitar Rumah Sakit Achmad Mukhtar (RSAM).
Saat itu karena kondisi malam hari dan gelap membuat kesulitan petugas untuk menemukan satwa tersebut namun pencarian tetap dilakukan.
Keberadaan tapir dapat dipastikan setelah seorang warga melaporkan menemukan satwa itu di depan Masjid Raya Bukittinggi pada Selasa sekitar pukul 5.00 WIB.
"Saat itu dikejar lagi, dan tapir itu lari lagi hingga ke arah Jam Gadang dan masuk ke dalam area Istana Bung Hatta. Di sini juga ditemukan di dalam kolam seperti saat ditemukan pertama kali di Padangpariaman," katanya.
Ia mengatakan satwa itu untuk sementara tetap dititipkan di TMSBK untuk dirawat dan kandang akan ditutup terpal agar tidak terganggu akibat diperhatikan pengunjung.
"Sementara dirawat dulu. Nanti bisa saja tetap tinggal di TMSBK dan menjadi pasangan bagi seekor tapir jantan koleksi TMSBK. Namun kami lihat dulu perkembangannya," ujarnya. (*)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
