Sekolah Alam Minangkabau Diharapkan Banyak Bermunculan

id Sekolah Alam

Siswa-siswi Sekolah Alam Minangkabau sedang mempertunjukkan permainan tradisional randai di kawasan Ulakkarang Padang Sumatera Barat (Sumbar) Sabtu (25/2). Pertunjukan ini digelar dalam rangkaian acara 'Alek Minangkabau Limo' yang merupakan agenta tahunan sekolah ini. (Antara Sumbar / Syahrul Rahmat)

Padang, (Antara Sumbar)- Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumatera Barat (Sumbar) mengharapkan ke depannya hadir sekolah-sekolah lain di seluruh Sumbar yang intens mengajarkan budaya Minang seperti Sekolah Alam Minangkabau.

Kasi Adat dan Nilai-nilai Tradisi Disbud Sumbar, Shaparman di Padang, Sabtu, mengatakan pembelajaran tentang adat dan budaya tradisional sangat penting bagi generasi muda.

"Selanjutnya sedapat mungkin akan ada lembaga lain yang juga intens dalam mengajarkan budaya Minangkabau," katanya dalam acara 'Alek Minangkabau Limo' di Sekolah Alam Minangkabau.

Dalam menerapkan nilai-nilai kebudayaan, menurutnya sebenarnya tidak harus melalui lembaga yang serupa dengan Sekolah Alam Minangkabau, akan tetapi juga bisa melalui lembaga pendidikan yang telah ada.

Pada sekolah-sekolah umum juga harus ada penguatan tentang adat dan budaya Minang, salah satunya dengan mengadakan ekstrakurikuler yang berhubungan dengannya.

"Tidak harus mendirikan sekolah baru sebenarnya, akan tetapi juga bisa dengan mengadopsi program-program yang telah diterapkan oleh Sekolah Alam ini," katanya.

Ia menambahkan agar adat dan budaya Minang bisa dimengerti oleh seluruh masyarakat maka harus melibatkan seluruh pihak terkait, tidak hanya lembaga pendidikan formal.

"Ini sebenarnya adalah tugas bersama, baik itu lembaga pendidikan, keluarga, Ninik Mamak, LKAAM dan juga pihak pemerintah yaitu Disbud sendiri," katanya.

Sementara itu Direktur Sekolah Alam Minangkabau, Miya Maharani mengatakan sebenarnya kurikulum yang mereka gunakan relatif sama dengan sekolah-sekolah lainnya.

"Kurikulum yang kami gunakan sama dengan sekolah pada umumnya, akan tetapi kami lebih menekankan pada penerapan dan metode pengajaran yang berbeda," katanya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar