Padang, (Antara Padang) - Warga Kota Padang memanfaatkan Masjid Raya Sumatera Barat untuk beristirahat siang pada hari pertama bulan Ramadhan 1437 Hijriah, Senin
"Saya ke sini untuk shalat zuhur sekaligus beristirahat, karena biasanya setelah shalat kami makan siang. Berhubung hari ini awal puasa, saya beristirahat sja di sini," kata Desmawati (40), salah seorang pegawai swasta di Kota padang, Senin.
Selain beristirahat siang, di dalam Masjid Raya Sumbar ada pulah jamaah yang telah selesai melaksanakan shalat zuhur melanjutkan dengan membaca Al Quran dan berzikir.
Salah seorang mahasiswa, Mila (23) mengatakan ia memanfaatkan waktu di masjid selain istirahat juga untuk membaca Al Quran, serta untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah seorang gharin Masjid Raya Sumbar, Amin (23) mengatakan, jika pada hari biasa, tidak ramai orang membaca Al-Quran atau hanya 2 sampai 4 orang, selain itu jarang ada yang berbaring ramai-ramai seperti pada bulan Ramadhan.
"Biasanya yang membaca Al Quran di sini tidak banyak, hanya beberapa, dan yang tidur-tiduran pun biasanya tidak sebanyak ini," kata Dia.
Pada hari biasa jumlah jamaah yang shalat zuhur di Masjid Raya Sumbar lebih kurang satu shaf atau satu baris, sementara itu pada hari pertama ramadhan ini jamaah shalat zuhur mencapai enam baris sekitar 250 orang, kata Amin menambahkan.
Terkait itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Duski Samad mengatakan jamaah yang beristirahat sambil tidur-tiduran di masjid merupakan perbuatan yang tidak baik, pada satu sisi memang layak orang berpuasa untuk beristirahat, namun seharusnya disesuaikan pula tempatnya serta tidak di rumah ibadah.
"Hal tersebut bukan persoalan hukum dalam agama, namun merupakan masalah perilaku baik atau tidak baik," katanya.
Ia menegaskan seharusnya pengurus masjid menyediakan tempat khusus untuk jamaah yang mau beristirahat atau tidur, karena masjid merupakan tempat untuk beribadah.
Sementara itu, pengurus Masjid Raya Sumbar Yulius mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu yang wajar, karena tidur-tiduran untuk melepas lelah, selagi tidak meninggalkan kotoran di dalam masjid.
Dia menambahkan Masjid Raya Sumbar belum mampu menyediakan tempat khusus untuk tidur maupun beristirahat, hal ini dikarenakan masjid itu masih dalam tahap pembangunan.
"Kalau hanya berbaring sebentar itu hal yang wajar, apalagi dalam kondisi puasa," katanya. (*)
