Legislator: Hakim Harus Beri Efek Jera Koruptor

id Legislator: Hakim Harus Beri Efek Jera Koruptor

Jakarta, (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai hakim harus berani memberikan efek jera kepada para koruptor. "Peran hakim sangat menentukan dalam pemberantasan korupsi. Karena itu, mereka harus berani memberikan efek jera dalam menjatuhkan vonis kepada terdakwa tindak pidana kourpsi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Minggu. Menurut Bambang, memberikan efek jera tersebut merupakan wewenang dan momentum hakim untuk memberantas korupsi. "Tidak ada yang bisa menumbuhkan efek jera bagi perilaku korup kecuali vonis para hakim. Sebab,hanya para hakim yang berwenang menetapkan berat ringannya hukuman bagi terdakwa korupsi bukan polisi, bukan jaksa dan bukan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," katanya. Dia menambahkan sebanyak apapun koruptor yang berhasil ditangkap, hanya hakim yang bisa menjatuhkan vonis hukuman. "KPK dan polisi boleh saja menangkap banyak koruptor. Para jaksa boleh saja menuntut hukuman seberat-beratnya kepada terdakwa. Namun, pada akhirnya, para hakim lah menjatuhkan vonis hukuman," katanya. Bambang mengatakan koruptor seharusnya dihukum seberat-beratnya sesuai apa yang rakyat kehendaki. "Aspirasi rakyat ini hendaknya dihayati juga oleh para hakim. Jadi, selain mendasarkan pertimbangannya pada ketentuan hukum, aspirasi rakyat tentang keadilan jangan diabaikan sebab suara rakyat suara Tuhan," katanya. Dia menyebutkan pada terpidana kasus korupsi yang melibatkan dua kementerian Angelina Sondakh yang hanya divonis 4,5 tahun penjara patut dijadikan pelajaran. "Sampai dengan vonis Angelina Sondakh, sebagian besar masyarakat menilai vonis para hakim belum menumbuhkan efek jera," katanya. Dia mengaku khawatir perang melawan korupsi akan semakin terhalang. "Kalau hakim nanti terus mengambil peran minimalis, tidak ada gunanya lagi melanjutkan perang melawan korupsi." katanya. Menurut dia, gerakan memberantas korupsi tidak bisa dipisahkan dari komitmen hakim. "Sangat penting bagi hakim memahami urgensi efek jera terhadap perilaku koruptor," katanya. (*/wij)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.