Padang, (AntaraSumbar) - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang mengimbau masyarakat untuk cermat dalam memilih depot air minum isi ulang dengan memperhatikan ada atau tidaknya stiker kuning tanda memenuhi syarat dan layak konsumsi.
"Kami memberikan sertifikat layak atau stiker kuning yang berisikan nama depot air minum, alamat serta masa berlaku hasil pemeriksaannya kepada setiap pemilik usaha tersebut," kata Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) DKK Padang, Feri Mulyani di Padang, Senin.
Ia mengatakan stiker kuning itu harus ditempel pemilik depot di tempat usahanya agar dapat dilihat masyarakat.
"Dalam stiker kuning itu akan dituliskan tanggal dari hasil pemeriksaan depot yang hanya berlaku selama tiga bulan," kata dia.
Ia mengatakan pengelola depot air minum harus memeriksakan kualitasnya sekali tiga bulan ke laboratorium Balai Latihan Kerja (BLK) di Gunung Pangilun, kemudian memberikan hasil tersebut ke DKK Padang untuk mendapatkan pergantian stiker kuning dan perpanjangan masa berlaku.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan air pada depot tersebut tidak mengandung bakteri Escherichia Coli (E-Coli) yang dapat menyebabkan tubuh pengonsumsi lemah karena mengalami dehidrasi berat dan berbahaya.
"Kami tidak akan mengeluarkan stiker kuning tanda memenuhi syarat depot jika dalam pemeriksaan terbukti air minum itu tidak layak konsumsi dan akan ditindaklanjuti dengan pemberian sosialisasi," kata dia.
Ia mengatakan terdapat pengelola depot yang masih lamban dalam hal ini sehingga masyarakat yang harus lebih berhati-hati.
"Kami berharap masyarakat untuk dapat cermat dengan melihat tanda stiker kuning dan masa berlaku yang tertera untuk memastikan air minum yang dikonsumsi layak dan sehat," kata dia.
Sementara salah seorang warga Padang, Ayu (25) mengatakan adanya stiker kuning di depot air minum dapat membuat masyarakat lebih teliti dalam memilih depot isi ulang.
Ia mengatakan hal ini sangat membantu karena air yang dikonsumsi sangat erat kaitannya dengan kesehatan.
"Dengan stiker kuning masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak memilih sembarangan depot untuk isi ulang," kata dia. (cpw)
