Padang Panjang, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan, sektor tersier memberikan kontribusi terbesar dari sektor lainnya dalam pembentukan perekonomian Kota Padang Panjang pada 2013. "Lebih dari separoh perekonomian masyarakat Kota Padang Panjang dibetuk oleh sektor tersier," kata kepala BPS Kota Padang Panjang Muhammad Hudaya melalui Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Lina Ferdianty, Kamis.Dia mengatakan, kontribusi sektor tersier terhadap struktur perekonomian Kota Padang Panjang, ada sekitar 72,01 persen."Angka tersebut cukup signifikan pertumbuhanya terhadap ekonomi Padang Panjang, yang mana terjadi peningkatan dari Rp840,22 miliar tahun 2012 menjadi Rp970,39 miliar pada 2013 atau naik sekitar 15,49 persen.Pertumbuhan sektor tersier tersebut kata dia, diwarnai dengan adanya peningkatan kinerja dari setiap sektor lapangan usaha kelompok itu tersier sendiri."Kelompok sektor tersier itu ada perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta jasa-jasa, semuanya terlihat peningkatannya secara signifikan," katanya.Kondisi itu juga menunjukan bagaimana kebutuhan dan perilaku masyarakat mulai berubah input dan output terhadap kelompok tersier ini, baik berupa layanan pribadi maupun masal seperti jasa rumah sakit, pendidikan, olahraga, hiburan, penjahit, perbengkelan, perbankan, asuransi dan lainnya.Penyumbang terbesar kedua terhadap ekonomi Kota Padang Panjang terdapat pada kelompok sektor sekunder dengan nilai tambah yang dihasilkan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar Rp230,93 miliar atau sekitar 19,63 persen di tahun 2013.Terakhir penyumbang terendah terdapat pada kelompok sektor primer sebesar Rp116,36 miliar atau sekitar 8,63 persen sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,90 persen.Pertumbuhan ekonomi kata dia, juga dapat menjadi indikator untuk mengukur kinerja ataupun evaluasi pembangunan yang telah berjalan, guna menyusun rencana pembangunan yang lebih baik pada masa yang akan datang.Pertumbuhan ekonomi dibangun berdasarkan agregat dari pertumbuhan sektor-sekor ekonomi yang ada. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tercipta pada suatu daerah sangat bergantung pada kemampuan daerah tersebut dalam menigkatkan produksi sektoralnya."Peningkatan produksi sektoral sangat menentukan peningkatan ouput sektoral. Dengan meningkatnya ouput sektoral, maka akan bertambah juga perkembangan nilai tambah masing-masing sektor yang terjadi selama periode tersebut," katanya. Wakil Walikota Padang Panjang Mawardi menyebutkan, sektor tersier merupakan kelompok kerja yang paling mendominasi di daerah itu untuk pembentukan perekonomian masyarakat."Rata-rata provesi masyarakat lebih didominasi oleh kelompok terseir ini, sehingga lebih dari 50 persen perekonomian Kota Padang Panjang dibentuk oleh kelompok tersier," katanya. (**/ben)
Berita Terkait
Pemkab Agam usulkan pembangunan irigasi tersier seluas 15.992,30 hektare
Senin, 6 Oktober 2025 16:03 Wib
Jaringan irigasi banyak rusak akibat gempa, Pemkab Pasbar harapkan bantuan Kementan
Selasa, 5 Juli 2022 19:29 Wib
Pemkab Padang Pariaman perbaiki 21 unit irigasi tersier sepanjang 2021
Jumat, 25 Maret 2022 11:45 Wib
Kementan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sawah seluas 500 hektare di Solok Selatan
Kamis, 30 Januari 2020 18:38 Wib
Pemkot Diminta Benahi Saluran Tersier Akibat Banjir
Selasa, 23 Agustus 2016 17:22 Wib
Irigasi Sekunder dan Tersier Sumbar akan Diperbaiki
Rabu, 17 Desember 2014 14:01 Wib
Sektor Tersier Penyumbang Terbesar Perekonomian Padang Panjang
Selasa, 12 Agustus 2014 13:02 Wib
BPS: Sektor Tersier Penyumbang Terbesar Ekonomi Padangpanjang
Sabtu, 8 Desember 2012 11:27 Wib
