Pengamat: Yuliandre Layak Jadi Menkominfo

id Pengamat: Yuliandre Layak Jadi Menkominfo

Pengamat: Yuliandre Layak Jadi Menkominfo

Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Yuliandre Darwis, Ph.D

Padang,(Antara Sumbar) - Pengamat Komunikasi dari Universitas Indonesia Dr. Irwansyah menilai Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Yuliandre Darwis, Ph.D cukup potensial dan layak menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di kabinet presiden terpilih Jokowi-Jusuf Kalla. Tanggapan ini disampaikan Irwansyah ketika dihubungi dari Padang, Jumat, terkait mengapungnya nama Koordinator Program Studi Pasca Sarjana S-2 Ilmu Komunikasi Unand Padang itu, salah satu kandidat mengisi posisi Menkominfo mendatang. Menurut dia, mengisi posisi Menkominfo RI dibutuhkan ahli komunikasi sehingga dapat mencari pemecahan yang di hadapi bangsa ini, terutama yang berkaitan dengan penyadaran berbangsa, bernegara dan komunikasi antar lintas sektoral. Sebab, selama ini masalah yang terjadi baik antara lintas sektoral, pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan pemerintah dengan masyarakat karena faktor kurangnya koordinasi. "Saya sudah melakukan penelitian terkait persoalan itu, dapat disimpulkan komunikasi yang tidak berjalan secara baik dan tepat. Makanya, sangat tepat posisi Menkominfo diisi orang yang ahli dibidangnya," katanya. Ia menilai, selama ini dilihat yang lebih ditonjolkan dalam program Kemenkominfo pada aspek infrastuktur informatika, yang semestinya kementerian ini bukan menonjolkan porsi itu. Namun, tak kalah pentingnya dengan nama Kementerian Komunikasi dan Informasi, tentu bagaimana aspek komunikasi membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kepedulian sesama. Kemudian meningkatkan kompetensi komunikasi aparatur antara lintas sektoral dan pemerintah dengan masyarakat, sehingga dapat menghilangkan ego sektotal yang terjadi selama ini. "ISKI punya kepedulian untuk membangun sistem komunikasi antar sektoral, sehingga dapat menghindari miskomunikasi yang terjadi selama ini, dan tidak menjadi bumerang. Ke depan di Kemenkominfo harus dibagi porsi pengembangan bidang komunikasi dan infrastruktur informasinya," katanya. Menyinggung Ketum ISKI masih berusia muda, Irwansyah menanggapi, usia Yuliandre memang belum sampai 40 tahun, tapi melihat perjalanan bangsa ini banyak melahirkan pemimpin muda, seperti tokoh-tokoh yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Hal senada disampaikan Pengamat Komunikasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Rusdi Muchtar ketika dihubungi mengatakan, Yuliandre anak muda yang punya banyak pengalaman, enerjik, progresif dan komunikatif serta taat beragama. Mantan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas Padang itu, kata dia, sosok yang tepat kalau dipercayakan di posisi Menkominfo RI, karena ia non partisan partai politik, tapi akademisi dan prakitis sehingga dapat diterima semua pihak di negeri ini. Rusdi menilai, ke depan Kemenkominfo punya tugas cukup berat karena pemerintah harus membangun komunikasi yang efektif dengan rakyat, yang selama ini kurang maksimal dijalankan. Apalagi, Kemenkominfo sesuai dengan namanya merupaka corong pemerintah terhadap masyarakat, seperti halnya di era orde baru namanya departemen penerangan. Jadi, menurut `Senior Sesearcher` itu, maka dibutuhkan pemimpin Menkominfo yang muda, punya jaringan luas dengan beragam kalangan. Hal itu, terdapat pada ketua ISKI (Yuliandre) yang sudah berpengalaman organisasi diberbagai bidang, mudah bergaul, berbicara sistematis mampu masuk semua kalangan. Semuanya itu, kata dia, tentu tergantung presiden terpilih dalam membangun komunikasi bangsa ini, sebab satu permasalahan lagi di lapangan sudah banyak tenaga-tenaga yang semestinya punya dasar ilmu komunikasi tetapi tidak mendapatkan perhatian selama ini. "Kita ingin membangun komunikasi yang baik, sehingga apa yang ingin dicapai pemerintah terhadap rakyat akan menghasil dengan baik pula. Sebaliknya program yang direncanakan baik tetapi dalam mengkomunikasi tidak tepat dan pas, jelas bisa salah sasaran," katanya.(sir)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.