Penyalur Pembantu Mulai Terima Permintaan PRT Sementara

id Penyalur Pembantu Mulai Terima Permintaan PRT Sementara

Jakarta, (Antara) - Sejumlah yayasan penyalur tenaga kerja pembantu rumah tangga di Jakarta Pusat mulai menerima permintaan PRT infal atau sementara dari para pelanggan pada masa tiga minggu sebelum Lebaran tahun ini. "Kami sudah menerima permintaan PRT infal dari tujuh orang pelanggan untuk tanggal 20 Juli ke atas. Bahkan ada yang minta tenaga dua-tiga orang," kata Gono Sudiono, pembina Yayasan Mekar Jaya di Jakarta, Selasa. Hal ini terjadi untuk mengantisipasi semakin tingginya permintaan yang puncaknya diperkirakan terjadi seminggu sebelum Lebaran, kata pemilik yayasan di kawasan Senen itu. "Saya sudah menyiapkan tenaga infal sebanyak 15-80 orang yang bisa bekerja selama minimal 15 hari ataupun sebulan," tambah pria yang juga Ketua Paguyuban Penyalur Pramuwisma Jakarta Pusat itu. Senada dengan Gono, Khodijah, pemilik Yayasan Siska Bina Lestari juga mengatakan sudah mendapatkan pesanan tenaga infal namun tidak ada kenaikan biaya untuk pelanggan. "Masih sama seperti tahun lalu. Untuk administrasi dikenakan biaya Rp800.000, sementara biaya per tenaga infal Rp150.000 - Rp200.000 per hari untuk bekerja maksimal dua minggu," ujar dia. Dia menambahkan, PRT infal biasanya didatangkan dari luar Jakarta, seperti dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Lampung. "Syaratnya adalah harus punya pengalaman kerja sebagai PRT, ada KTP dan KK, dan umur minimal 20 serta maksimal 30 tahun," papar dia. Namun begitu ada pula yayasan penyalur PRT yang mengaku masih menunggu pesanan tenaga infal. "Karena itu kami belum bisa memastikan jumlah tenaga infal yang bisa kami sediakan walaupun sudah ada beberapa pekerja kami menawarkan diri untuk bekerja saat Lebaran," kata Rahmad, sekretaris Yayasan Karya Setia Kawan, Jakarta Pusat. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.