Padangpanjang, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padangpanjang, Sumatera Barat membentuk tim pemeriksa hewan Qurban yang akan diturunkan satu hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriah. "Saat ini kita sudah membentuk enam tim pemeriksaan hewan qurban. Masing-masing tim beranggotakan empat - lima orang, dengan wilayah tugas dua kelurahan satu tim,"kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padangpanjang Candra, Kamis. Dijelaskannya, pemeriksaan hewan sangat penting sebelum disemblih pada Hari Raya Idul Adha mendatang sebagai bentuk langkah prevenif, sehingga sudah bisa dipastikan hewan tersebut layak dikonsumsi masyarakat. "Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, jika hewan qurban tersebut tidak diperiksa kesehatannya, karena saat ini penyakit hewan relatif banyak ditemui," katanya. Ia mengatakan, dari enam tim pemeriksa kesehatan hewan tersebut, Dinas pertanian hanya menempatkan satu - dua orang medis, dan selebihnya anggota, untuk melancarkan pemeriksaan. Tim kata dia, akan melakukan pemeriksaan ke lokasi pemotongan sapi kurban di setiap masjid dan mushallah, satu hari menjelang hari H pemotongan. Hal itu dilakukan jelas dia, mengingat kedatang hewan kurban ke kota Padangpanjang sebagian besar dari luar daerah satu hari menjelang pemotongan, karena Kota yang berhawa sejuk itu sejauh ini belum memiliki lokasi pasar ternak. "Ada sekitar 36 masjid dan 53 mushallah, 90 persen masyarakat di Kota Padangpanjang ini membutuhkan sapi kurban dari luar daerah seperti, Kabupaten Padangpariaman, Solok, Payakumbuh dan Tanahdatar, karena ketersediaan sapi untuk kurban tersebut di kota yang berhawa sejuk ini relatif sedikit," katanya. Saat ini saja kata dia, jumlah sapi di Kota Padangpanjang yang bisa dipergunakan untuk kurban tidak seberapa. "Sementara kebutuhan masyarakat terhadap sapi kurban di Kota Padangpanjang mencapai 500 ekor," katanya. Ia juga menyarankan kepada masyarakat maupun panitia qurban untuk lebih berhati-hati dalam membeli sapi maupun binatang lainnya yang akan di kurbankan. "Kita juga menghimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih hewan kurban, dan jangan memotong sapi betina produktif," pintanya. (ben)