Padang, (Antara Sumbar) - Race Direktur Tour de Singkarak (TdS) 2016, Jamal meyakini bahwa persaingan antar-pebalap sepeda tahun ini akan lebih sengit dibanding tahun lalu, walaupun negara-negara yang ikut serta berkurang.


     "Walaupun peserta berkurang, tidak berarti kualitas persaingan turun, karena jika dibandingkan dengan tahun lalu, kuantitasnya lebih tinggi dibanding kualitas, itu yang menjadi perbedaan dengan tahun ini," kata dia di Padang, Jumat.

     Pada tahun ini peserta TdS sebanyak 24 negara dengan 25 tim, sedangkan tahun lalu 36 negara dan 24 tim.

     "Tahun lalu didominasi oleh tim dari Iran, dan mereka juga hampir menjuarai setiap etape, tahun ini Iran hanya mengirim satu tim saja," kata dia.

     Sama dengan tahun sebelumnya jalur yang akan dilewati pebalap bervariasi, pada etape pertama lebih ringan dan etape kedua mulai berat yaitu tanjakan Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota.

     "Jalur yang paling berat yaitu Kelok 44 di Maninjau 'finish' di Puncak Lawang," tambahnya.

     Terkait olimpiade yang diadakan di Brazil, ia mengatakan tidak terlalu berpengaruh terhadap even TdS ini, sebab untuk Top Asia akan ikut dan juga peserta berkualitas lainnya juga sudah terdaftar di TdS 2016.

     Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan ajang TdS ini masih bisa dikembangkan lagi seperti promosi wisata.

     "Nilai dari even olahraga ini sangat tinggi, terlebih dalam segi promosi, baik wisata, budaya dan kuliner," lanjutnya.

      Terkait berkurangnya peserta TdS tahun ini, Arief menyebutkan untuk meningkatkan kualitas memang diundang para pebalap yang mempunyai kualitas terbaik. (*)