Angklung Pukau Tamu Resepsi Diplomatik KBRI Tokyo
Sabtu, 11 Oktober 2014 20:55 WIB
Jakarta, (Antara) - Alunan angklung memukau sekitar 500 diplomat asing dan petinggi pemerintahan serta usaha Jepang pada resepsi diplomatik KBRI Tokyo dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-69 RI di Tokyo, Jumat (10/10).
Resepsi diplomatik yang sekaligus digelar sebagai promosi budaya untuk lebih memperkenalkan Indonesia ke dunia luar ini betul-betul dirancang dengan nuansa Indonesia yang kuat, kata siaran pers KBRI Tokyo yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Selain lagu Tanah Pusaka, Bengawan Solo, dan lagu Jepang "Furusato" (Kampungku) yang dialunkan dengan angklung, tari Lengger Banyumasan yang dibawakan oleh penari Jepang, misalnya, juga ikut diketengahkan sebagai salah satu suguhan.
Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra dalam sambutannya mengatakan, sedianya resepsi itu diselenggarakan pada 17 Agustus yang lalu. Namun, karena padatnya kalender kegiatan masyarakat Jepang, termasuk beberapa libur panjang selama Agustus dan September, maka resepsi itu baru dapat diselenggrakan sekarang.
Terkait nuansa Indonesia itu, Dubes Yusron berkomentar tentang pakaian yang dikenakannya. "Saya sendiri sengaja mengenakan songket setengah tiang, beskap, stanja (ikat kepala dari songket) lengkap dengan keris ala Melayu," ujar Dubes.
Ia menjelaskan, semua ini perlu dilakukan agar jangan sampai bangsa Indonesia ribut saat khazanah budayanya diambil orang, padahal mereka sendiri mengabaikan dan menyia-nyiakannya.
"Mari kita tunjukkan secara elegan bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya serta berperadaban juga, sama seperti bangsa-bangsa lain. Termasuk juga sikap menjunjung tinggi budaya itu," kata Dubes.
Resepesi itu antara lain dihadiri petingggi Kedubes Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Dubes negara anggota ASEAN, Kanada, Kepala Staf Angkatan Udara Jepang serta petinggi Kemlu dan Kemhan Jepang.
Mantan PM Jepang Fukuda yang ikut memberi kata sambutan serta memimpin acara bersulang menyampaikan pesan serupa kepada Dubes Yusron dalam acara bincang-bincang mereka.
"Tampillah seperti ini sering-sering. Indonesia adalah negara besar dan penting. Karena itu, Indonesia harus selalu tampil dalam banyak kesempatan," ujarnya. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pembuatan patung "on the spot" pukau pengunjung di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat
20 June 2025 7:50 WIB
Batik bertema Piala Dunia 2022 yang dipamerkan pukau keluarga Kerajaan Qatar
05 December 2022 6:53 WIB, 2022
STQ Nasional - Penampilan Latifatul Tirta pukau penonton di panggung utama
20 October 2021 12:40 WIB, 2021
Penampilan Tari Indang pukau penonton di The State Kremlin Palace di Moskow
11 February 2020 7:16 WIB, 2020
Penampilan kesenian anak Pariaman pukau penonton pembukaan TdS 2019
01 November 2019 21:43 WIB, 2019
Teknologi mutakhir Asisten Virtual pukau Blogger dan Youtuber di Booth DFSK
25 July 2019 10:55 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018