Senin, 24 April 2017 - 28 Rajab 1438 H

1,2 Hektare Hutan Bakau Mandeh Dirusak

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. (Antara)
Painan, (Antara Sumbar) - Seluas 1,2 hektare hutan bakau di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dirusak untuk pembangunan penginapan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

"Selain hutan bakau mereka juga merusak terumbu karang untuk membuat dermaga pribadi," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Senin.

Menurutnya, dari beberapa wilayah di Mandeh yang paling parah mengalami kerusakan adalah di Nagari Sungai Nyalo, bahkan dilakoni oleh oknum pejabat daerah setempat.

Bupati menyebutkan perusakan tersebut dilakukan tanpa memikirkan dampak jangka panjang sehingga ia bertekad akan menggiring kasus itu ke ranah hukum.

"Tidak ada yang mengantongi izin, padahal yang melakoninya merupakan oknum pejabat yang pasti tahu aturan," kata dia.

Tokoh adat setempat yang juga Wakil Ketua Kerapatan Adat Nagari Ampang Pulai, Asrizal Datuak Rajo Nan Sati mendorong pemerintah kabupaten mengambil sikap tegas terhadap oknum perusak.

"Tindakan mereka tidak hanya berdampak pada biota laut namun juga bisa menyebabkan kerusakan daratan akibat gelombang laut karena hutan bakau kritis," katanya.

"Saya beberapa kali memberikan masukan dan imbauan namun mereka abai mungkin karena pejabat jadi kami tidak didengarkan," ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Pesisir Selatan Suardi S menyebutkan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin apapun terkait pembangunan di Mandeh.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera mengecek ulang bangunan di Mandeh bersama Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP setempat dan organisasi perangkat daerah terkait. (*)




Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
        Sebagai primata yang dikenal cukup pintar, beruk (kera besar yang berekor pendek dan kecil) memang ...
Baca Juga