Selasa, 23 Mei 2017 - 27 Sya'ban 1438 H

SMK Dhuafa Padang Terima 150 Siswa Baru

Padang, (Antara Sumbar) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dhuafa Nusantara yang merupakan satu-satunya sekolah swasta gratis di Padang, Sumatera Barat, akan menerima 150 siswa baru pada tahun ajaran 2016.

"Kami akan terima sekitar 150 siswa baru untuk jurusan teknik otomotif, instalasi listrik, gambar bangunan, dan teknik permesinan," kata Wakil Kepala Kesiswaan SMK Dhuafa, Yusma Wijayanti, di Padang, Kamis.

Yusma menjelaskan, sekolah gratis yang didirikan oleh Ibrahim ini sudah memasuki tahun ke-19, sejak awal berdiri hingga sekarang.

"Dulu siswa di sini hanya duduk di lantai karena pihak sekolah tidak mampu membeli kursi, sekarang alhamdulillah sudah ada fasilitas yang mendukung," kata dia.

Ia mengatakan SMK Dhuafa menyelenggarakan pendidikan sekolah gratis bagi masyarakat tidak mampu yang sumber pembiayaan berasal dari donatur.

"Jangankan uang masuk atau uang pembangunan, untuk uang praktik saja kami gratiskan, kami ingin kaum duafa mendapatkan pendidikan layak tanpa kendala biaya," katanya.

Ia mengatakan prestasi SMK Dhuafa juga diperhitungkan di Padang, seperti ada lomba di perguruan tinggi, atau lomba kreativitas siswa pihaknya selalu membawa pulang piala atau piagam.

"Kami pernah juara satu lomba instalasi listrik tingkat nasional yang diadakan pemerintah pusat," kata Yusma.

Yusma mengharapkan ada perhatian lebih dari pemerintah untuk sekolah gratis ini, agar rantai kemiskinan dapat terputus dan pendidikan tidak lagi melihat latar belakang keluarga.

Sementara itu salah seorang alumni SMK Dhuafa Padang, Sri Emi Wati (21) mengaku bersyukur pernah belajar dan menuntut ilmu disana, karena perhatian dari pihak sekolah sangat membantunya dalam pendidikan.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah kuliah di Politeknik Negeri Padang, ketika bersekolah di SMK Dhuafa saya tidak membayar sepeser pun uang sekolahnya, termasuk uang ujian dan praktik digratiskan," kata Emi. (*)




Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi dan Mario Sofia Nasution
         Marjuni tak kuasa menahan tangis ketika peti kayu  diselimuti kain berwarna merah putih ...
Baca Juga