Jakarta, (Antara) - Mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan Djoko Santoso menyiratkan dirinya siap masuk bursa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 dengan berbekal berbagai pemikiran dan karakter nasionalisme yang kuat. "Saya kan tidak punya partai, tapi komunikasi dengan semua pihak (partai) itu ada. Kalau tidak ada yang melirik, ya saya sudah cukup senang kalau pemikiran-pemikiran saya ada pakai," kata Djoko Santoso di Jakarta, Rabu. Ketika ditanya kesiapannya mendapatkan mandat dari partai politik dan rakyat untuk masuk bursa Pilpres 2014, Djoko menyampaikan bahwa bendera merah putih selalu berkibar dibenaknya. "Saya menyanyi lagu Padamu Negeri kalau dihitung mungkin sudah 10 tahun. Empat tahun di akademi militer sebelum tidur disuruh nyanyi itu," ujar dia. Djoko mengaku enggan memaksakan diri untuk maju di Pilpres 2014 jika tiada satu pun partai yang mengusungnya. Dia hanya berharap pemimpin bangsa ke depan merupakan pemimpin yang dapat merekonstruksi budaya bangsa layaknya Soekarno. "Soekarno mampu merekonstruksi bangsa ini dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka. Sekarang tugas kita membawa bangsa ini ke depan seperti apa," kata dia. Selain itu dia juga mengharapkan masyarakat tidak mengotak-ngotakkan era kepemimpinan, baik orde lama, orde baru maupun orde reformasi. Menurut Djoko seluruh pemimpin bangsa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. "Seorang pemimpin pasti memiliki niat baik bagi rakyat dan bangsanya. Maka itu jangan dibeda-bedakan orde lama, orde baru maupun reformasi," ujar dia. (*/jno)
Berita Terkait
Pelepasan ekspor gambir ke India
Rabu, 19 November 2025 11:50 Wib
Mendag sebut komoditas Sumbar dapat tembus pasar dunia lewat IEU-CEPA
Selasa, 18 November 2025 15:30 Wib
Hilirisasi jadi kunci gambir Sumbar bisa mendunia
Selasa, 18 November 2025 15:08 Wib
Mendag jawab keluhan terkait "HS Code" komoditas gambir asal Sumbar
Selasa, 18 November 2025 14:41 Wib
Mendag Budi Santoso pastikan tarif impor AS 19 persen tidak berubah
Rabu, 23 Juli 2025 12:52 Wib
Mendag RI sebut Eropa melunak soal EUDR seiring rampungnya IEU-CEPA
Minggu, 13 Juli 2025 17:25 Wib
AIPKI tegaskan tak toleransi oknum dokter yang lakukan pelecehan
Minggu, 29 Juni 2025 1:17 Wib
Indonesia-Singapura bahas penguatan hubungan dagang
Senin, 26 Mei 2025 23:00 Wib
