Konsumsi Kayu Log Industri 11,25 Juta M3

id Konsumsi Kayu Log Industri 11,25 Juta M3

Jakarta, (Antara) - Konsumsi bahan baku kayu gelondongan atau log untuk kebutuhan industri mebel dan kerajinan akan menghabiskan sekitar 11,25 juta meter kubik (m3) per tahun atau 45 juta meter kubik (m3) dalam empat tahun ke depan. "Konsumsi itu dibagi 12-15 juta (meter) kubik untuk ekspor, sedangkan 30 juta (meter) kubik untuk kebutuhan domestik," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Abdul Sobur pada jumpa pers di Jakarta, Selasa. Angka konsumsi untuk kebutuhan ekspor hingga 15 juta kubik itu untuk menopang target produk ekspor mebel dan kerajinan yang nilainya ditargetkan mencapai lima miliar dollar AS pada 2018, atau empat tahun ke depan. "Maka dari itu, jaminan ketersediaan bahan baku harus bersifat jangka panjang harus dijamin pemerintah, dan perlu ada komitmen untuk tidak mengeluarkan wacana yang dapat menganggu iklim," kata dia. Menyinggung hal tersebut, Abdul meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehutanan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mengklarifikasi dan menghapus wacana dibolehkannya kembali ekspor kayu log. Ekspor kayu log dianggap tidak sejalan dengan cita-cita pemerintah dalam penguatan industri dalam negeri. Wacana ekspor kayu log tersebut, kata dia, meskipun belum terealisasi, sudah menimbulkan gangguan bagi iklim industri yang menggunakan bahan baku log, seperti industri mebel dan kerajinan. Padahal, selama ini, pasokan kayu log dari dalam negeri baru mencakup 80 persen untuk industri mebel dan kerajinan. Sisa 20 persen kayu log masih impor dari negara-negara Amerika Latin, seperti Brazil, kata Abdul. Lebih lanjut, kata dia, jika kayu log diekspor, maka kebutuhan impor kayu log akan naik. Alokasi biaya pengadaan bahan baku kayu log dari total biaya produksi mebel dan kerajinan mencapai 40 persen. "Jika kita beli kayu log dari impor, maka akan ada kenaikan harga sekitar 20 persen," ujarnya. Menurut Abdul, ketika wacana ekspor kayu log bergulir, sudah banyak beberapa dampak negatif bagi iklim industri mebel dan kerajinan, di antaranya, akan bergesernya permintaan bagi produk mebel dan kerajinan dari Indonesia ke beberapa negara lain, dan maraknya penimbunan kayu log. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.