Batam, (Antara) - Sekurangnya 1.400 unit rumah yang berada di pesisir Kota Batam Kepulauan Riau belum menikmati aliran listrik yang memadai, melainkan hanya genset yang hanya mampu menghidupkan lampu mulai pukul 18.00--23.00 WIB. Penyaluran listrik di pesisir terkendala letak geografis yang terpisah jauh dari pulau utama, kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Selasa. Demi melayani kebutuhan masyarakat, Pemkot Batam berupaya mencari solusi, yaitu menyalurkan listrik tenaga surya (Solar Home System/ SHS) ke tiap rumah di pesisir. "Saya berharap, di 2015 ini semua sudah selesai. Rumah masyarakat di 'hinterland' semua sudah teraliri listrik," kata Wali Kota. Sejak tiga tahun yang lalu, Pemkot Batam sudah menyalurkan bantuan SHS, hingga jumlah rumah yang tidak teraliri listrik berkurang dari sekitar 3.000 unit menjadi 1.400 unit pada 2014. Menurut Wali Kota, listrik tenaga surya amat membantu masyarakat, bila sebelumnya hanya bisa menikmati listrik sekitar lima jam, maka kini bisa 24 jam penuh. "Jadi tak perlu lagi pakai lampu teplok, seperti dulu, semalaman penuh lampu hidup," katanya. Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam Febrialin mengatakan SHS merupakan solusi mengatasi krisis energi listrik di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. "Pada 2013 kami memasang 458 unit SHS yang tersebar di empat kecamatan, yakni Bulang sebanyk 186 paket, Galang sebanyak 159 paket, Sei Beduk sebanyak 62 dan Belakang Padang sebanyak 51 paket," kata Febrialin. Sedangkan pada 2014 SHS dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri bekerja sama dengan Pemkot Batam dengan perbandingan dua banding satu. SHS merupakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri, yang dapat dikombinasikan dengan sumber cadangan seperti Genset dengan sistem pemindahan sederhana hingga otomatis. (*/jno)
1.400 Rumah Pesisir Batam Belum Nikmati Listrik
Listrik. (Antara)
