Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat merasa prihatin atas aksi premanisme pengusiran terhadap warga Pasaman Barat dan Pasaman di rumah singgah di Kota Padang.
"Warga yang berada di rumah singgah milik yayasan itu hanya pergi berobat di rumah sakit yang ada di Kota Padang. Jika ada permasalahan dengan pihak yayasan jangan libatkan warga yang menginap di rumah singgah itu," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto melalui Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy di Simpang Empat, Jumat.
Menurutnya sebagai bentuk empati dia hadir langsung mengunjungi puluhan warga itu sebagai bentuk dukungan dan memberikan semangat kepada mereka, Jumat.
"Kita merasa kasihan karena diusir padahal mereka hanya singgah sebentar untuk pergi berobat. Jika ada permasalahan antara pihak terkait bisa diselesaikan dengan baik-baik tanpa harus melibatkan warga Pasaman Barat dan Pasaman," katanya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar untuk mencari jalan terbaik agar peristiwa pengusiran itu agar tidak terulang kembali.
Pada kesempatan itu Sekda Pasaman Barat juga memberikan bantuan sembako seperti beras, telur, minyak goreng, gula, kopi, dan teh. Selain. Itu juga membantu biaya listrik dan air.
"Mudah-mudahan kejadian pengusiran itu tidak terulang kembali. Warga Pasaman Barat dan Pasaman hanya menginap sebentar untuk pergi berobat," katanya.
Rumah singgah itu berada di Jalan Haji Abdulllah Ahmad Nomor 2, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
Pengusiran oleh sejumlah preman terjadi dua kali yakni pada Sabtu (3/1) sore dan Minggu (4/1) pagi. Pengusiran itu sempat viral di media sosial.
