Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan pada Sabtu pukul 11.00 WIB, masih ada lima rukun tetangga (RT) di Jakarta Utara yang masih tergenang banjir dengan ketinggian air maksimal 45 sentimeter (cm).
"Kami bersama instansi terkait melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Isnawa Adji dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan data BPBD DKI, banjir yang terjadi di ibu kota sudah mulai berangsur surut, setelah pada Sabtu pagi, masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yang masih tergenang banjir dengan ketinggian air maksimal 50 cm.
"Untuk saat ini, tepatnya pada Sabtu siang, dari data yang sama, menunjukkan bahwa air yang menggenangi wilayah Jakarta tertinggi tinggal 45 cm," ujar Isnawa.
Banjir tersebut, kata dia, di antaranya disebabkan curah hujan yang tinggi, luapan Kali Angke dan luapan Kali Nagrak.
Berikut lima RT yang masih terendam banjir pada Sabtu siang.
Jakarta Utara, 5 RT, yaitu:
Kelurahan Kapuk Muara: 1 RT
Kelurahan Marunda: 4 RT
Selain permukiman warga, Isnawa mengatakan genangan juga terdapat di ruas Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, dengan ketinggian 15 cm.
Terkait jumlah pengungsi, dia merinci di Jakarta Timur, tepatnya di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 berjumlah 66 kepala keluarga (KK) atau 187 jiwa, sedangkan di Jakarta Utara, pengungsian terpusat di Masjid Nurul Jannah, Kelurahan Marunda, yang menampung 20 KK atau 40 jiwa.
BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.
