Sempat surut, Bidara Cina kembali dilanda banjir hingga dua meter

id Bidara Cina,Banjir,Jakarta,Jakarta Timur

Sempat surut, Bidara Cina kembali dilanda banjir hingga dua meter

Banjir di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (30/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Jakarta (ANTARA) - Permukiman warga di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali direndam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter setelah sebelumnya sempat surut.

"Iya, naik lagi banjirnya, sebelumnya sudah surut kemarin, tapi karena luapan, terus hujan lagi, jadi awet," kata salah satu warga Bidara Cina yang bernama Ekel (31) di Jakarta, Jumat.

Banjir yang melanda kawasan tersebut sejak Kamis (29/1) malam sempat surut. Namun saat ini, banjir kembali melanda dengan ketinggian mulai dari 50 sentimeter (cm) hingga dua meter lebih.

"Ketinggian air di sini paling tinggi 260 sentimeter, kalau terendah 50 sentimeter perkiraan," ujar Ekel.

Air luapan Kali Ciliwung kembali memasuki rumah warga. Sejumlah petugas, baik dari TNI/Polri, pemadam kebakaran alias Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur bahu-membahu membantu evakuasi warga.

"Warga tadi sudah ada yang dievakuasi pakai perahu karet," ucap Ekel.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur mencatat luapan Kali Ciliwung menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) pagi. Banjir melanda dua RW dengan total ratusan jiwa terdampak.

Banjir terjadi di Jalan Baiduri Bulan RW 03 RT 12 serta RW 11 RT 06 dan RT 12. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 55 kepala keluarga (KK) atau sekitar 185 jiwa terdampak.

"Di RW 03 RT 12, terdapat 25 KK dengan 75 jiwa terdampak, sementara di RW 11 RT 06 dan RT 12, ada 30 KK dengan total 110 jiwa," kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur Ali Kojim saat dikonfirmasi di Jakarta.

Menurut dia, banjir disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang dipicu tingginya debit air kiriman. Ketinggian air mulai terpantau sejak Rabu (28/1) sore dan terus mengalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada Jumat dini hari.

Berdasarkan data BPBD, pada Rabu (28/1) pukul 15.00 WIB, ketinggian air masih berada di angka 10 cm. Namun, air terus naik menjadi 50 cm pada pukul 17.00 WIB dan bertahan hingga malam hari.

Memasuki pukul 21.00 WIB, ketinggian air meningkat menjadi 80 cm dan bertahan hingga tengah malam.

Pada Kamis (29/1) dini hari, air kembali naik hingga mencapai 100 cm pada pukul 00.00 WIB dan terus meningkat menjadi 110 cm hingga siang hari.

Meski sempat berangsur surut pada sore hari hingga berada di kisaran 60 cm, ketinggian air kembali fluktuatif hingga malam.

Situasi kemudian memburuk pada Jumat (30/1) dini hari. BPBD mencatat ketinggian air kembali naik signifikan, yakni dari 60 cm pada pukul 01.00 WIB menjadi 130 cm pada pukul 03.00 WIB.

Bahkan, pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB, ketinggian air mencapai 170 cm.

BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan kondisi banjir dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan di lapangan.

Warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul:

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.