Lubuk Basung (ANTARA) - Sekelompok anak penyintas bencana di Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengisi waktu dengan bermain voli sore hari upaya hilangkan traumatis.
Di lapangan tanah sederhana bekas banjir bandang yang terjadi, Jumat (23/1) mereka bermain, tertawa, melompat dan bersenda gurau seolah-olah tidak ada kejadian yang melanda mereka
Di sisi lain para petugas mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan relawan masih berjibaku melakukan pemulihan bencana yang terjadi.
Dengan melakukan aktivitas bermain voli, anak-anak yang berumur 10 sampai 20 tahun itu berupaya bangkit dan mengembalikan semangat meskipun duka masih berbekas di benak mereka.
Salah seorang anak penyintas bencana di Palembayan Kesya di Lubuk Basung, mengatakan olahraga ini memanfaatkan lokasi bekas bencana banjir bandang melanda daerah itu pada 27 November 2025.
"Lokasi ini sebelumnya banyak bangunan rumah dan setelah bencana rumah habis dibawa arus banjir bandang, sehingga kami manfaatkan untuk main bola voli setiap sore," katanya.
Ia mengatakan kegiatan olahraga itu dimulai semenjak satu Minggu lalu dan bermain bola voli dilakukan setiap sore sekitar pukul 16.00 WIB-18.00 WIB.
Inisiatif untuk bermain bola voli ini setelah pemilik lahan memberikan izin kepada pemuda di Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia.
Bahkan pemilik lahan memberikan biaya untuk membeli bola dan net atau pembatas.
"Main bola voli disini warga Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia. Bahkan ada dari mereka orang tua dan adiknya meninggal dunia dampak banjir bandang melanda daerah itu yang saat ini tinggal di posko pengungsian," katanya.
Sementara anak penyintas bencana di Palembayan Alvan Nova Rezi menambahkan olahraga ini dilakukan untuk mengisi waktu agar tidak bosan dan ini upaya menghilangkan traumatis.
"Aktivitas tidak ada semenjak tinggal di lokasi pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," katanya.
Ia mengakui banjir bandang melanda daerah itu mengakibatkan orang tua laki-laki dan adiknya meninggal dunia bersama 135 warga lainnya di Kecamatan Palembayan.
Termasuk rumahnya dengan jarak sekitar 135 kilometer dari ibu kota Kabupaten Agam di Lubuk Basung, hancur dibawa arus banjir bandang melanda daerah itu.
"Saat kejadian saya sedang berada di Palembang dan langsung pulang ke kampung setelah mendapatkan informasi keluarganya menjadi korban," katanya.
Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, Kamis (27/11/2026). mengakibatkan warga meninggal dunia 166 orang, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.
Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anak penyintas bencana alam di Palembayan Agam isi waktu bermain voli
