Satlantas Polresta Bukittinggi minimalisir pelanggaran lalin jelang Ramadan

id Polresta Bukittinggi,operasi penertiban lalu lintas,Operasi Ketupat

Satlantas Polresta Bukittinggi minimalisir pelanggaran lalin jelang Ramadan

Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad Fathur. Satlantas segera melakukan operasi penertiban lalu lintas jelang Operasi Ketupat. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) berupaya meminimalisir terjadinya pelanggaran lalu lintas (lalin) menjelang memasuki bulan suci Ramadan tahun ini.

"Potensi pelanggaran biasanya terjadi kebut-kebutan jelang sahur Ramadan, angka kecelakaan di 2025 mayoritas terjadi pada pelanggar sepeda motor berbonceng tiga," kata Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP Irsyad Fathur, Senin (19/1).

Ia mengungkap operasi penertiban melalui razia dan hunting segera kembali digelar setelah sebelumnya sempat terhenti karena kondisi bencana hidrometeorologi di Sumbar.

"Kami akan lakukan razia gabungan terkait kelayakan kendaraan jelang operasi ketupat. Jangan sampai di arus mudik, kendaraan dan pengendara bermasalah seperti terpengaruh narkoba dan untuk kepastian sehat jasmani rohani," kata Irsyad.

Ia mengatakan penerapan tilang elektronik ETLE juga dalam proses diterapkan, peralatan sudah disiagakan tiga unit disertai empat kamera pemantau bagi pelanggar.

Satlantas juga berfokus ke sepeda motor yang memiliki knalpot tidak standar (brong). Kepolisian menegaskan warga yang merasa dirugikan dapat melaporkan sesuai penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Berdasarkan pemberlakuan KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023) dan KUHAP Baru (UU No. 20 Tahun 2025) yang mulai efektif pada 2 Januari 2026, warga memiliki posisi yang lebih kuat untuk melaporkan gangguan kenyamanan.

"Laporan itu segera ditindaklanjuti petugas hingga ke lokasi perkara. Warga bisa melaporkan kerugiannya termasuk kendaraan yang parkir sembarangan atau menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketertiban umum," kata Irsyad.

Satlantas juga memfokuskan pemeriksaan Ramp Check terkait kondisi fisik, teknis, dan administrasi kendaraan angkutan umum untuk bus, truk.

"Pemeriksaan dimulai dari Terminal Bus Simpang Aur untuk memastikan kendaraan tersebut laik jalan, aman, nyaman, dan memenuhi standar serta legalitas sebelum beroperasi," pungkasnya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.