Agam butuhkan anggaran R3P sebesar Rp3,53 triliun

id Kebutuhan anggaran penanganan bencana di Agam

Agam butuhkan anggaran R3P sebesar Rp3,53 triliun

Bupati Agam Benni Warlis menyerah dokumen R3P ke Sekretaris Utama BNPB, Rustian di Padang, Kamis (8/1/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Agam.

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membutuhkan anggaran Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) hidrometeorologi melanda daerah itu sebesar Rp3,53 triliun.

"Estimasi kerusakan dan kerugian mencapai Rp7,99 triliun. Sementara kebutuhan anggaran R3P diperkirakan sebesar Rp3,53 triliun yang direncanakan pelaksanaannya secara bertahap selama tiga tahun anggaran pada 2026-2028," kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Jumat.

Ia mengatakan, prioritas pemulihan meliputi pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat terdampak, rehabilitasi infrastruktur transportasi dan air minum.

Setelah itu sumber daya air, irigasi, pemulihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ekonomi produktif, pemulihan layanan sosial dasar dan penguatan layanan publik lintas sektor.

"Ini prioritas pemulihan dampak bencana tanah longsor, banjir bandang, banjir dan lainnya melanda daerah itu pada akhir November 2025," katanya.

Ia menambahkan, dampak bencana hidrometeorologi di Agam menimbulkan kerusakan dan kerugian signifikan pada sektor perumahan, infrastruktur dasar, ekonomi produktif, layanan sosial dan lintas sektor.

Penandatanganan dokumen R3P telah dilakukan oleh kepala daerah sebagai bentuk komitmen bersama saat rapat koordinasi finalisasi dokumen R3P di Padang, Kamis (8/1).

Dokumen itu selanjutnya diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar dukungan program rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat.

Dokumen R3P menjadi instrumen penting dalam memastikan percepatan pemulihan pasca-bencana berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

“Melalui penandatanganan ini, kita berharap dukungan pusat dapat segera terealisasi sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, termasuk Agam, dapat berjalan optimal,” katanya.

Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.