Lubukbasung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat korban meninggal dunia dampak bencana hidrometeorologi di daerah itu mencapai 180 orang.
"Ini berdasarkan korban yang ditemukan meninggal dunia dampak longsor dan banjir bandang pada Sabtu (6/12) malam," kata Kepala BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Minggu.
Ia mengatakan ke 180 korban itu berasal dari Kecamatan Malalak 11 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang.
Setelah itu Kecamatan Palembayan 132 orang, Ampek Nagari satu orang dan belum teridentifikasi 24 orang.
Untuk korban belum ditemukan sebanyak 78 orang tersebar di Kecamatan Malalak enam orang, Palembayan 69 orang, Lubuk Basung satu orang dan Tanjung Raya dua orang
"Pencarian kita lanjutkan pada Minggu (7/12), dengan menurunkan tim SAR gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, PMI dan relawan," katanya.
Ia menambahkan korban yang dirawat akibat mengalami luka-luka sebanyak 13 orang.
Untuk warga yang mengunsi 10.167 orang, warga yang terisolir 9.464 orang,
Sementara rumah rusak ringan 377 unit, rusak sedang 273 unit dan rusak berat 728 unit
Jembatan rusak 26 titik dan telah diperbaiki 9 titik, jalan rusak 37 titik, fasilitas pendidikan 11 titik dan lainnya.
