Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memaparkan sejumlah langkah yang telah dan sedang dilakukan untuk menuju Kota Sehat 2025 kepada tim penilai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Komitmen menjadi Kota Sehat ini sejalan dengan visi Kota Padang yaitu menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Padang sebagai kota pintar dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya demi menuju kota maju dan sejahtera," kata Wali Kota Padang Fadly Amran di Padang, Selasa.
Untuk mewujudkan Kota Sehat 2025 daerah itu memiliki beberapa fokus utama seperti penataan kehidupan yang sehat dan mandiri dengan mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Termasuk juga peningkatan layanan kesehatan berbasis puskesmas dan posyandu serta penyediaan fasilitas kesehatan yang merata.
Saat ini, Kota Padang sudah memiliki 27 rumah sakit, 24 puskesmas, dan 125 klinik pratama serta fasilitas BPJS gratis yang telah menyasar puluhan ribu jiwa.
"Padang juga fokus dengan program Warga Emas dan Dokter Warga sehingga kebutuhan dasar kesehatan masyarakat terpenuhi," ujar eks Wali Kota Padang Panjang tersebut.
Untuk mencapai Kota Sehat, Fadly Amran memahami perlu penataan pemukiman yang memadai terutama di sisi lingkungan dan aspek kebersihan. Oleh sebab itu, pemerintah setempat melakukan sejumlah inovasi di antaranya inovasi pengelolaan sampah.
"Kita mengolah sampah organik dengan budidaya maggot black soldier fly, bank sampah hingga pengolahan limbah tinja rumah tangga," kata dia.
Langkah-langkah tersebut didukung oleh regulasi daerah dan target pengurangan kawasan kumuh secara bertahap menuju Kota Padang nol kawasan kumuh.
Di sisi pendidikan Kota Padang aktif melaksanakan Gerakan Sekolah Sehat, pembinaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) hingga pengembangan Sekolah Adiwiyata dan Kota Layak Anak.
"Melalui program unggulan Padang Juara, aktivasi pemberian LKS dan seragam gratis, kita ingin anak-anak di Kota Padang tidak kesulitan dalam mengenyam pendidikan," jelasnya.
Tidak hanya itu Kota Padang juga menciptakan kawasan pasar bersih, aman dan nyaman dengan menerapkan kawasan tanpa asap rokok, instalasi pengolahan limbah hingga penataan pedagang kaki lima.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Murti Utami menyambut baik sejumlah langkah-langkah yang sudah dilakukan Padang demi mencapai Kota Sehat 2025.
"Penyesuaian ini dilakukan sebagai respons kami terhadap dinamika situasi global," ujarnya.
Dalam arahannya, Murti menekankan pentingnya penjelasan yang komprehensif agar tercapai pemahaman yang sama, sekaligus menyampaikan perbaikan data maupun bukti pendukung melalui Sistem Informasi Kabupaten Kota Sehat.
