Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar lulusan SMA sederajat di daerah itu yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dapat bekerja ke luar negeri sehingga tidak saja meningkatkan perekonomian keluarganya namun juga menambah wawasan untuk pembangunan daerah.
"Untuk mengurangi pengangguran, kami telah bekerjasama dengan Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) untuk program beasiswa dan penempatan kerja ke Jepang," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan Pemkot Pariaman berkomitmen memperluas akses kerja warga Pariaman ke luar negeri secara legal dan terstruktur sebagai salah satu solusi strategis untuk mengurangi pengangguran.
Oleh karena itu, lanjutnya pihaknya telah menyiapkan akses pelatihan vokasi dan Balai Latihan Kerja Komunitas guna melatih peserta program itu agar dapat berdaya saing.
"Alhamdulillah, sudah terjaring sepuluh orang untuk mengikuti pelatihan tersebut dan selesai pelatihan mereka akan langsung bekerja di Jepang,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya ia meminta kepala SMA sederajat di daerah itu dapat memotivasi siswa didiknya yang tidak mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat mengikuti program yang difasilitasi oleh pemerintah setempat.
"Saya berharap bagi peserta yang sudah lulus seleksi (perguruan tinggi) untuk bisa mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya di lembaga terbaik yang telah disediakan dan diakui oleh pemerintah Jepang," ujarnya.
Ia menyampaikan jika telah selesai menjadi pekerja migran Indonesia mereka bisa kembali ke Pariaman dengan membawa ilmu dan pengalaman baru untuk memajukan daerah.
Pemkot Pariaman saat ini fokus meningkatkan perekonomian warga dengan memfasilitasi warganya untuk bekerja di luar negeri salah satunya Jepang. Sosialisasi terkait pengiriman tenaga kerja terampil asal Pariaman ke Jepang telah dimulai sejak Januari 2025.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memfasilitasi warga setempat untuk dapat bekerja di Jepang guna mengatasi pengangguran serta meningkatkan perekonomian warga di daerah itu.
"Kami baru pada tahapan sosialisasi program penempatan tenaga kerja di Jepang, sosialisasi kami laksanakan pada 25 Januari 2025," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman.
la mengatakan meskipun belum ada peserta karena masih tahapan sosialisasi namun pihaknya saat ini sedang menyiapkan kerjasama dengan lembaga pelatihan bahasa Jepang serta perusahaan penyalur tenaga kerja di negara yang berjuluk negeri sakura itu.
