Kunjungan wisatawan ke Pariaman 2025 capai 1,4 juta

id wisatawan ke Pariaman,Pariaman, Sumatera Barat

Kunjungan wisatawan ke Pariaman 2025 capai 1,4 juta

Arsip- Ribuan wisatawan menyaksikan Tabuik Dibuang ke Laut dalam kegiatan wisata dan budaya Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman, di Kota Pariaman, Sumbar. ANTARA/Aadiaat M. S. 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu sepanjang 2025 lebih dari 1,4 juta orang yang hal tersebut mengalami penurunan dibanding 2024 yang mencapai 1,6 juta orang yang tersebut terjadi karena faktor ekonomi dan bencana hidrometeorologi.

"Kunjungan wisatawan terbanyak masih di Pantai Gandoriah, sedangkan momen wisatawan banyak berkunjung yaitu pada saat pelaksanaan Festival Budaya Hoyak Tabuik dan Pariaman Barayo," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan wisatawan yang mengunjungi Pariaman tersebut tidak saja berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar namun juga luar provinsi itu. Bahkan, lanjutnya wisatawan mancanegara juga mengunjungi Pariaman untuk liburan khususnya ke Pulau Bando.

Ia menyampaikan kunjungan wisatawan tersebut tidak saja pada saat momen lebaran dan Hoyak Tabuik yang mendatangkan ratusan ribu wisatawan namun juga kegiatan-kegiatan lainnya termasuk akhir pekan.

Namun, lanjutnya kunjungan wisatawan ke Pariaman pada 2025 tidak saja tidak mencapai realisasi kunjungan tahun sebelumnya namun juga target yang ditetapkan yang lebih dari 2 juta orang.

Ia menjelaskan faktor menurunnya kunjungan wisatawan tersebut yaitu karena pada awal 2025 ekonomi masyarakat sempat lesu sehingga mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Pariaman.

"Lalu kemudian secara bertahap kunjungan wisatawan mulai meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi mulai membaik," ujarnya.

Namun, lanjutnya pada pertengahan November Sumbar diterpa cuaca ekstrem sehingga puncaknya pada akhir November terjadi bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banjir, banjir bandang, pohon tumbang, dan jalan terban yang bahkan menimbulkan korban jiwa.

Bencana tersebut menurutnya masih berdampak hingga saat ini karena akses kendaraan di Sumbar khususnya Jalan Padang-Bukittinggi belum normal pasca putus karena amblas akibat dihantam banjir bandang sehingga berdampak pada sektor pariwisata daerah.

"Padahal biasanya pada libur sekolah, Natal dan tahun baru jumlah kunjungan wisatawan banyak, khususnya wisatawan dari Pekanbaru, Bukittinggi, dan Payakumbuh," kata dia.

Ia menambahkan kunjungan wisatawan ke Pariaman dari luar Sumbar terbesar berasal dari Riau. Meskipun akses jalan Padang-Bukittinggi sudah bisa dilewati kendaraan namun masih diterapkan jadwal melintas yaitu dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.