Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman tingkatkan pengawasan siswa pulang sekolah antisipasi perkelahian antar pelajar

Selasa, 20 Januari 2026 17:32 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad (tengah) saat mengunjungi SMPN 7 Pariaman untuk bertemu dengan siswa yang berkelahi yang videonya diunggah di media sosial. Antara/HO-Diskominfo Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat meningkatkan pengawasan terhadap siswa-siswi pulang sekolah guna mengantisipasi terjadinya kembali perkelahian antar pelajar di daerah itu yang videonya beredar media sosial sehingga menuai tanggapan negatif dari warganet.

"Saya sudah intruksikan kepada Dinas Satpol PP (Pamong Praja) untuk memberikan evaluasi dan monitoring terhadap anak sekolah yang pulang sekolah," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan Pemkot Pariaman tidak akan memberikan toleransi terhadap siswa yang masih berpakaian sekolah berkeliaran setelah jam pulang sekolah apalagi siswa tersebut berkelahi, membuat keonaran atau perbuatan asusila.

Hal tersebut dilakukan untuk menanggapi perkelahian dua siswi SMPN 7 Kota Pariaman usai jam pulang sekolah di lapangan bola belakang sekolah mereka serta mengantisipasi kegiatan-kegiatan pelajar yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri.

Di dalam video tersebut diperlihatkan dua siswi berkelahi di lapangan bola. Aksi kedua siswi tersebut dilihat oleh sejumlah siswa dan siswi lainnya serta direkam video. Mirisnya, siswa dan siswi yang melihat aksi tersebut bukannya melerai temannya yang sedang berkelahi namun malah menonton dan ada yang menyemangati temannya yang sedang berkelahi itu.

Oleh karena itu, Wali Kota Pariaman beserta organisasi perangkat daerah terkait, dan aparat kepolisian setempat mengunjungi sekolah tersebut pada Senin (19/1) untuk bertemu dengan siswa-siswi yang terlibat guna mengedukasi mereka agar tidak mengulang perbuatan serupa.

"Kita berharap tidak ada lagi para siswa di Kota Pariaman untuk tidak berbuat hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Yota menyampaikan kedua siswa yang terlibat perkelahian tersebut telah saling bermaafan secara terbuka dan menyesali perbuatannya serta berjanji di hadapan dirinya, majelis guru, dan para orang tua untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah dilakukan itu.

Ia mengimbau siswa-siswi di Pariaman untuk tidak melakukan hal yang sama atau hal lain yang dapat mempermalukan nama baik diri, sekolah, orang tua, dan merusak tatanan sosial.

“Apalagi, ada yang meng-'upload' (mengunduh) hal seperti itu ke media sosial. Perbuatan tersebut bukanlah hal yang harus dibanggakan, perbuatan tersebut melanggar aturan hukum yang berlaku, dan sangat tidak beretika dan tidak sesuai dengan ajaran agama,” tambahnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026