Pemkab Solok tetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan

id Pemkab Solok, tetapkan status, tanggap darurat, kebakaran hutan, dan lahan,Solok Tanggap Darurat Karhutla, Karhutla Solok, Pemkab Solok Siaga, Daru

Pemkab Solok tetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan

Bupati Solok Jon Firman Pandu saat memimpin rapat bersama pemangku kepentingan lainnya dalam rangkap penetapan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) daerah setempat. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau panjang di daerah setempat.

Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Selasa mengatakan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau panjang, maka secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla di wilayah Kabupaten Solok.

Ia menegaskan pentingnya langkah strategis dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla yang kian meluas.

Menurut dia Pemkab bersama pemangku kepentingan lainnya bergerak cepat dan tepat. Jangan sampai kejadian kebakaran lahan semakin banyak di Kabupaten Solok. Apalagi hampir tiga bulan lebih hujan tidak kunjung turun.

"Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat harus diperkuat,” ujar dia.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dini dan kesiapsiagaan seluruh pihak, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Selain itu, bupati meminta seluruh perangkat daerah hingga tingkat nagari agar melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla, sekaligus menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang konkret dan terukur.

Kepala BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi juga memaparkan sejumlah strategi yang telah dan akan dilakukan, antara lain patroli terpadu, penyediaan sarana dan prasarana pemadam serta pembentukan tim reaksi cepat untuk merespons kebakaran di lapangan.

Di samping itu, penetapan status tanggap darurat ini seluruh sumber daya daerah difokuskan untuk mengatasi dan mencegah meluasnya kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Solok juga telah menyiapkan posko siaga serta mengaktifkan peran relawan dan masyarakat dalam penanggulangan karhutla.

Pemerintah daerah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pelaporan dini guna menjaga kelestarian lingkungan serta menghindari dampak bencana yang lebih besar di masa mendatang.

Kalaksa BPBD Kabupaten Solok juga menyampaikan bahwa hingga Sabtu 19 Juli 2025 telah tercatat 92 kejadian bencana di Kabupaten Solok.

Dari jumlah tersebut, 83 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan, disusul dua kasus kebakaran rumah, enam peristiwa pohon tumbang, serta satu kejadian angin puting beliung.

Sebelumnya, pada Bulan Mei tercatat lima kejadian, yakni empat pohon tumbang dan satu kejadian angin puting beliung.

Sementara itu, data bulan Juli tercatat 22 kejadian, yakni 20 karhutla dan dua kejadian pohon tumbang. Berdasarkan info dari BMKG, wilayah Kabupaten Solok juga sudah 60 hari tidak turun hujan.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.