Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melakukan langkah cepat normalisasi Sungai Batang Saniang Baka sebagai upaya mengantisipasi luapan air sungai yang berulang kali mengancam pemukiman warga terkena banjir saat debit hujan tinggi.
Wakil Bupati Solok Candra di Solok, Sumbar Kamis mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi luapan air sungai yang berulang kali mengancam pemukiman warga Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak.
Candra juga menjelaskan bahwa untuk langkah sementara, pemerintah daerah melakukan upaya antisipasi dengan meletakkan dumbag di sepanjang pinggiran sungai Batang Saniangbaka, guna menahan limpahan air sungai saat debit meningkat.
“Untuk sementara yang bisa kita lakukan adalah pemasangan dumbag, agar air tidak masuk ke rumah warga,” ujar Wabup.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Kabupaten Solok itu menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna, ST, MM, terkait bantuan dumbag.
Ia menyebutkan dari hasil komunikasi tersebut, Kabupaten Solok mendapatkan bantuan 1.000 kantong dumbag dari PT Semen Padang, meskipun hingga saat ini baru 260 kantong yang diterima.
“Kalau bisa yang 1.000 itu kita upayakan semuanya dapat dan kita harapkan bisa segera disalurkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Candra juga melakukan video call dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade untuk melaporkan kondisi terkini di Saniangbaka.
Dalam komunikasi tersebut, Wabup menyampaikan bahwa air Batang Saniangbaka telah empat kali meluap, sehingga penanganan darurat harus segera dilakukan sebelum pembangunan permanen dilaksanakan.
Wabup juga memperlihatkan kondisi Gedung MTsN Muhammadiyah Saniangbaka yang roboh yang direncanakan akan dibongkar bekerja sama dengan PT Adhi Karya.
Selain itu, Wabup menegaskan pentingnya pemasangan batu bronjong di lokasi rawan, karena jika tidak segera ditangani, material yang terbawa banjir berpotensi kembali menumpuk dan mengancam badan jalan serta rumah-rumah warga.
“Kalau ini tidak segera dipasang bronjong, material akan naik lagi ke jalan dan ke rumah warga saat banjir berikutnya,” ucap Candra.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta, guna mempercepat penanganan Batang Saniangbaka secara permanen demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, peninjauan difokuskan pada titik-titik rawan yang selama ini menjadi penyebab utama meluapnya air Batang Saniangbaka ke rumah-rumah warga.
