Cendekiawan: Sudahi Dikotomi Pendidikan Agama dengan Umum

id Cendekiawan: Sudahi Dikotomi Pendidikan Agama dengan Umum

Cendekiawan: Sudahi Dikotomi Pendidikan Agama dengan Umum

Komaruddin Hidayat

Jakarta, (Antara) - Cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat mengimbau agar dikotomi pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum untuk segera disudahi.

"Jangan terpisah lagi, kita harus kembali menyambung benang sejarah yang pernah terputus," ujar Komaruddin pada peresmian gedung FSIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan sejarah Islam menunjukkan bahwa antara agama dengan pendidikan berjalan seiring dan tidak terpisahkan.

Dia menyayangkan bagaimana masyarakat kemudian membuat dikotomi antara pendidikan agama Islam dan pendidikan umum.

"Untuk memahami problem Indonesia kita harus bisa memahami ilmu umum," katanya.

Ia memaparkan alasan dibukanya banyak fakultas umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, hal serupa juga dikemukakan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.

Ia juga menyatakan keinginan agar dikotomi tersebut disudahi.

"Kita harus melihat secara langsung realitas kehidupan," ujar Suryadharma Ali.

Pendidikan agama Islam yang saat ini berada di bawah naungan Kementerian Agama, diharapkan dapat mempelajari ilmu-ilmu umum dan sosial.

Ketika para murid lulus, katanya, mereka tidak buta atau bingung saat harus terjun ke masyarakat.

"Karenanya kampus pendidikan agama harus tahu problematika apa yang ada di masyarakat dan kampus juga ikut memikirkan bagaimana menyelesaikannya," kata dia. (*/sun)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar