Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan pastikan ketersediaan pangan di daerah itu mencukupi pada pekan kedua Juli 2025.
"Kondisi pangan di Pasaman Barat mencukupi pada pekan kedua Juli. Ketersediaan melebihi kebutuhan yang ada," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Rabu.
Dia mengatakan pihaknya setiap awal pekan melakukan pengecekan kondisi pangan yang ada. Untuk pekan kedua ini stok pangan tersedia.
Menurutnya ketersediaan pangan beras yang ada sebanyak 1.211, 81 ton dengan kebutuhan 736,24 ton per pekan, stok jagung 2.980, 60 ton dengan kebutuhan 2,35 ton, serta cabe rawit sebanyak 88,50 ton dengan kebutuhan 22,06 ton.
Sementara itu, cabai tersedia 128, 50 ton dengan kebutuhan 37,12 ton, bawang putih 21,50 ton dengan kebutuhan 8,75 ton), dan bawang merah 39,75 ton dengan kebutuhan 27,09 ton.
Pangan lain yang tersedia meliputi daging sapi 26,19 ton dengan kebutuhan 0,31 ton, daging ayam 107,14 ton dengan kebutuhan 38,19 ton, telur ayam 302,61 ton dengan kebutuhan 43,28 ton, gula pasir 95,26 ton dengan kebutuhan 36,82 ton, dan minyak goreng 165,60 ton dengan kebutuhan 66,87 ton
Selain produk pangan lokal, ketersediaan pangan juga didukung pasokan dari kabupaten lain di Sumatera Barat dan daerah lain, seperti Medan, Sumatera Utara.
Pihaknya juga terus memantau harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran. Hingga saat ini masih normal dan tidak ada kenaikan.
Ketersediaan pangan di Pasaman Barat, kata dia, juga didukung oleh produksi lokal yang saat ini musim panen.
"Kita berharap tidak ada pedagang menimbun pangan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," harapnya.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam memantau ketersediaan dan harga pangan.
