Logo Header Antaranews Sumbar

Bupati: Jalan provinsi menuju Talamau Pasaman Barat rawan longsor

Sabtu, 17 Januari 2026 16:58 WIB
Image Print
Satu titik jalan provinsi menuju Talu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat tepatnya di daerah Polong Onam terban dan sangat membahayakan pengendara yang melintasi jalan itu, Sabtu (17/1/2026). ANTARA/Altas Maulana

Simpang Empat (ANTARA) - Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Yulianto menyatakan jalan provinsi menuju Talu di Kecamatan Talamau mulai dari Rimbo Kejahatan sampai Polong Anam sangat rawan longsor dan membahayakan pengendara.

"Jalan menuju Talamau memang sangat rawan longsor dan terban. Selain dipicu oleh bencana hidrometeorologi, juga areal di sekitarnya sudah labil karena bencana gempa pada 2022," katanya di Simpang Empat, Sabtu.

Saat ini di sejumlah titik mengalami longsor dan terban. Untuk kendaraan berukuran besar roda enam sangat sulit menempuh titik jalan di Polong Onam.

"Kita telah memasang rambu-rambu peringatan di titik jalan yang longsor agar pengendara berhati-hati melewati jalur itu," katanya.

Pihaknya juga telah meninjau jalan alternatif melalui Jembatan Panjang-Talu.

"Kondisi jalan itu telah kami kunjungi. Saat ini kondisi jalan masih berlumpur dan belum dapat dilalui kendaraan secara umum," katanya.

Dia mengatakan keberadaan jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu sangat penting sebagai jalur darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjamin keselamatan warga saat terjadi bencana.

Sesuai instruksi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang meninju kondisi jalan itu beberapa waktu lalu, pihaknya saat ini sedang menyiapkan usulan untuk perbaikan jalan alternatif itu.

Ia menjelaskan, saat terjadi bencana sebelumnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Talamau sempat terisolasi sehingga penyaluran bantuan mengalami kendala. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius ke depannya.

Dia menambahkan, hingga saat ini jalan tersebut baru dapat dilalui oleh kendaraan tertentu, sementara kendaraan masyarakat secara umum belum bisa melewati jalur tersebut dengan aman.

"Semoga niat dan upaya kita bersama ini mendapatkan dukungan, sehingga akses masyarakat tetap terjaga dan risiko saat bencana dapat diminimalkan," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026