Padang (ANTARA) - Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daerah di provinsi setempat dengan capaian imunisasi lengkap bayi dan rubela tertinggi dari 19 kabupaten dan kota yang ada.
"Padang tercatat sebagai daerah dengan capaian imunisasi tertinggi di Sumbar untuk beberapa kategori, termasuk imunisasi bayi lengkap dan campak rubela," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumbar Yusmayanti di Padang, Selasa.
Berdasarkan data Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), capaian imunisasi di Kota Padang menunjukkan angka signifikan dibandingkan daerah lain di Sumbar. Rinciannya, untuk imunisasi lengkap bayi realisasi di kota itu mencapai 26,5 persen diikuti Kabupaten Pesisir Selatan 24,7 persen dan Kabupaten Solok 24,4 persen.
"Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat melindungi kelompok masyarakat rentan," kata dia.
Ia menyebutkan dari 24 Puskesmas di Kota Padang, Puskesmas Air Tawar mencatatkan capaian imunisasi lengkap bayi tertinggi yakni sebesar 53,6 persen. Sementara imunisasi yang terendah berada di Puskesmas Pauh dengan realisasi 10,3 persen.
Kemudian untuk imunisasi campak rubela Kota Padang kembali menjadi yang tertinggi dari 19 kabupaten dan kota dengan capaian 30,3 persen. Selanjutnya Kabupaten Pesisir Selatan dengan capaian 27,6 persen, dan Kabupaten Solok 25,9 persen.
Sementara itu, untuk capaian imunisasi anak usia di bawah dua tahun atau Baduta tertinggi diraih oleh Kabupaten Sijunjung dengan realisasi sebesar 18,9 persen disusul Kabupaten Solok 14,5 persen, dan Kota Padang 14,2 persen.
Di Kota Padang, Puskesmas Air Tawar kembali mencatatkan angka tertinggi implementasi imunisasi Baduta dengan angka 52,4 persen. Sementara Puskesmas Lubuk Buaya dan Pauh menjadi yang terendah, masing-masing 1,3 persen.
Secara umum, kata dia, tingginya capaian imunisasi di Kota Padang menjadi indikator positif atas upaya pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak.
Ia menambahkan imunisasi tidak hanya mencegah lebih dari 25 jenis penyakit, tetapi juga menyelamatkan dua hingga tiga juta jiwa setiap tahun secara global, serta berkontribusi menekan resistensi antibiotik melalui pencegahan infeksi sejak dini.
"Setiap orang yang mendapatkan imunisasi akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu. Bila cakupan tinggi dan merata, maka terbentuk kekebalan kelompok yang melindungi semua lapisan masyarakat," ujarnya.
