Simpang Empat (ANTARA) - Realisasi penyaluran dana desa di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat hingga Juni 2025 mencapai 53 persen atau Rp52.103.843.460 dari anggaran Rp98,13 miliar selama 2025.
"Realisasinya akan terus kita pacu di 90 nagari atau desa yang ada di waktu tersisa selama 2025 ini," kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Pasaman Barat Syaikul Putra di Simpang Empat, Senin.
Ia mengatakan optimis penggunaan anggaran desa yang ada dapat tercapai dan penggunaanya tepat sasaran sesuai aturan yang berlaku.
Menurut dia, realisasi dana desa yang telah cair itu merupakan pencairan tahap pertama dan untuk tahap kedua kemungkinan akan dicairkan ke kas nagari atau desa pada Oktober atau November 2025.
"Dana desa itu dipergunakan mulai dari pengentasan kemiskinan melalui kegiatan bantuan langsung tunai kemudian pelaksanaan ketahanan pangan nagari," katanya.
Untuk BLT maksimal 15 persen dari dana desa tiap nagari, ketahanan pangan disiapkan minimal 20 persen dan untuk nagari tanggap bencana sesuai kebutuhan nagari.
"Pemanfaatan dana desa juga untuk sekolah lapangan dalam rangka meningkatkan pengetahuan petani agar meningkatkan produksi," katanya.
Selain itu ada juga pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan, pembangunan, dan penyelenggaraan pemerintah
Lalu untuk pemulihan ekonomi nasional berupa pendirian, pengembangan, peningkatan kapasitas badan usaha milik nagari, pengembangan usaha ekonomi produktif dan pengembangan desa wisata
Selanjutnya menjalankan program prioritas nasional berupa ketahanan pangan nabati dan hewani, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta pencegahan dan penurunan stunting.
