Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menurunkan tim untuk memantau kesehatan hewan kurban dalam memastikan kelayakan ternak yang bakal dipotong saat Idul Adha 1446 Hijriyah.
"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban menurunkan tim dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan. Tim berasal dari dokter hewan, paramedis dan lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian Agam Arief Restu didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam Sri Hilmayeni di Lubuk Basung, Rabu.
Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan itu dilakukan di pedagang hewan kurban maupun di masjid dan mushalla.
Pemeriksaan itu dimulai satu Minggu menjelang Idul Adha sampai saat pemotongan hewan kurban.
"Kita mengagetkan hewan kurban tersebut diperiksa seluruhnya sebelum dipotong sampai pemotongan," katanya.
Ia menambahkan pemeriksaan itu dilakukan dua kali yakni pemeriksaan bagian luar dan pemeriksaan organ tubuh hewan kurban itu.
Untuk pemeriksaan bagian luar berupa usia, pemeriksaan kesehatan, cacat fisik, surat menyurat dan lainnya.
"Apabila ditemukan hewan kurban cacat, belum cukup usia dan lainnya maka disarankan untuk ditukar," katanya.
Setelah itu pemeriksaan organ tubuh hewan kurban berupa hati untuk memastikan apakah rusak atau terkena cacing.
"Apabila rusak dan terkena cacing hati, maka hati tersebut dibuang. Pemeriksaan organ tubuh itu dilakukan saat pemotongan," katanya.
Ia mengakui persediaan hewan kurban di Agam mencukupi untuk kebutuhan Idul Adha tahun ini.
Hewan kurban itu berasal dari petani Agam, bahkan ada dari provinsi tetangga berupa Sumatera Utara, Lampung dan lainnya.
