Jakarta, (Antara) - Pejabat Kementeran Koperasi dan UKM Toto Sugiyono mengakui sistem administrasi koperasi di Indonesia masih tergolong buruk sehingga menyebabkan koperasi sulit didongkrak untuk menjadi bisnis berskala besar. "Salah satu yang menjadi penghalang koperasi menjadi bisnis skala besar secara internal adalah pada kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan prinsip koperasi, dan sistem administrasi dan bisnis yang masih rendah," kata Asisten Deputi Urusan Asuransi dan Jasa Keuangan Kementerian Koperasi dan UKM Toto Sugiyono di Jakarta, Sabtu. Administrasi koperasi yang belum tertata dengan baik, menurut dia, sudah saatnya diakhiri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Jika administrasi koperasi dilakukan secara profesional, ia berpendapat, bukan tidak mungkin akan lebih banyak jumlah koperasi di Indonesia yang bisa masuk dalam 300 The Global Cooperatives versi ICA (International Cooperative Alliance). "Sayangnya, kendala koperasi di Indonesia bukan hanya dari internal tapi juga dari faktor eksternalnya," katanya. Ia menambahkan secara eksternal, kemampuan koperasi di Indonesia masih tergolong rendah dalam memanfaatkan peluang. Meski begitu, sudah ada beberapa koperasi yang memenuhi target untuk menjadi Koperasi Skala Besar (KSB) baik dari sisi aset, jumlah anggota, maupun volume usaha mereka di antaranya Kospin Jasa Pekalongan dan KSP Artha Prima di Jawa Tengah. Kospin Jasa, misalnya, sampai saat ini telah memiliki anggota lebih dari 8.000 orang seluruh Indonesia dengan jumlah aset mencapai Rp12,5 triliun. Toto berharap ke depan akan ada lebih banyak koperasi serupa berkembang di Indonesia sehingga peran koperasi sebagai pemberdaya ekonomi masyarakat semakin besar dan terasa. "Pemerintah siap memberikan akses informasi dan fasilitasi dalam rangka peningkatan kapasitas," katanya. Ia juga berjanji untuk meningkatkan pengawasan simpan-pinjam dan siap memberikan jalan keluar persoalan yang dihadapi koperasi. "Kita upayakan agar koperasi semakin meningkatkan profesionalisme dimulai dengan pembenahan administrasi bisnis yang berstandar bisnis," katanya. (*/jno)
Berita Terkait
Sebelum gabung Persija, Shayne Pattynama akui sempat diskusi dengan Jordi Amat
Rabu, 28 Januari 2026 10:28 Wib
Marc Marquez akui tengah dalam diskusi kontrak dengan Ducati
Rabu, 21 Januari 2026 16:09 Wib
KPK akui sempat kesulitan bongkar keterlibatan Bupati Pati Sudewo
Rabu, 21 Januari 2026 9:10 Wib
KPK akui periksa Bupati Pati Sudewo di Kudus karena alasan keamanan
Rabu, 21 Januari 2026 9:07 Wib
Jonatan Christie akui kesabaran Kunlavut jadi pembeda di Malaysia Open
Sabtu, 10 Januari 2026 18:25 Wib
Slot akui Liverpool bertahan terlalu dalam saat Fulham cetak gol kedua
Senin, 5 Januari 2026 12:08 Wib
Alexander Isak akui belum tahu penyebab performanya merosot di Liverpool
Sabtu, 20 Desember 2025 4:53 Wib
Arteta akui Arsenal tampil mengecewakan di babak pertama kontra Wolves
Minggu, 14 Desember 2025 9:45 Wib
