Singapura, (Antara/Reuters) - Dinding putih rumah kecil bergaya Spartan dan anak tangga abu-abu milik Jian Yang, menyembunyikan kejutan dan sama sekali tidak mengarah pada ruang tamu berwarna merah jambu tempat ia menyimpan koleksi 6.000 boneka Barbie. Warga Singapura berusia 30 tahun itu suka rancangan minimalis tetapi koleksi Barbie dan sekitar 3.000 boneka sejenis lainnya memenuhi tiga sisi ruang utama dan memenuhi sembilan lemari kaca di ruang bersolek dan rak-rak ruang kerjanya. "Saya dikelilingi benda-benda yang tidak nyambung," kata Yang kepada kantor berita Inggris, Reuters. "Jika Anda bertemu saya di luar, saya bukan tipe orang seperti ini. Saya bukan orang yang diperkirakan mengoleksi boneka." Yang adalah seorang profesional yang tertarik pada mainan dan benda-benda konsumsi yang sedang digemari, dan menjadi direktur strategi pada grup Omicom Media. Hobi mengumpulkan boneka Barbie dimulai pada umur 13 ketika ia membeli model "Great Shape", si Barbie dalam balutan baju senam berbahan spandex warna pirus dan celana bergaris-garis. "Sebelum saya mengenal norma-norma sosial, saya seorang bocah laki-laki yang menonton benda ini di TV, saya suka tetapi tidak diizinkan memilikinya," katanya. "Ketika saya tumbuh semakin besar dan mendapat uang saku, maka saya mulai mempunyai kebebasan berbelanja apapun yang saya inginkan." Kegemaran masa remaja itu telah menjadi "obsesi gila" yang mendapat dukungan dari teman-temannya dan pada akhirnya keluarga juga bisa menerima. "Saya menjadi kolektor yang mengoleksi sangat banyak," kata Yang. "Saya juga punya beberapa bekas pacar yang menjadi tidak nyaman dengan benda-benda ini. Mereka melihat boneka-boneka itu dan kemudian pergi. Baiklah, ini memang persaingan, sangat menyulitkan tetapi ini kenyataannya." Koleksi mainan ini seluruhnya bernilai 392.000 dolar AS, sejak dikumpulkan selama 20 tahun, termasuk juga koleksi boneka Bratz girls, Monster High and Jem dan Holograms. Barbie, diluncurkan pada 1959, pertama kali muncul dengan baju renang berpola zebra, terjual sebanyak semiliar boneka. Barbie langka yang dimilikinya adalah model yang hanya dijual di butik-butik berlabel Comme des Garcons. "Teman saya menemukannya di Hong Kong lalu buru-buru menelepon," katanya. Dalam rak kaca dari lantai hingga atap, terlihat boneka-boneka Osama bin Laden duduk minum bersama Saddam Hussein, juga sosok yang mirip Jackie Onassis dan Lady Diana. Lalu terlihat pula sosok Elvis Presley, Sean Connery, tokoh Harry Potter, Star Trek dan yang paling seru adalah sederet boneka seluruhnya berwarna merah muda. Ia tidak berencana untuk berhenti, lalu bagaimana jika di rumahnya sudah tidak ada ruang kosong lagi? "Saya akan beli rumah yang lain," ujarnya bercanda sambil menunjuk rumah sebelah. "Saya masih punya tembok kosong di sana". (*/jno)
Berita Terkait
Hasil undian Piala ASEAN 2026: Indonesia satu grup dengan Vietnam dan Singapura
Jumat, 16 Januari 2026 5:07 Wib
Klasemen sementara F1 musim 2025 setelah GP Singapura
Senin, 6 Oktober 2025 11:54 Wib
Kalahkan Thailand di final, timnas basket 3x3 putri juara SEABA U-17
Senin, 29 September 2025 6:27 Wib
Lisa Mariana ajukan permohonan tes DNA ulang di Singapura
Selasa, 9 September 2025 13:40 Wib
Timnas Putri bangkit, hajar Singapura 71-36 di ASBC 2025
Selasa, 26 Agustus 2025 13:59 Wib
Kemenhub: Rute pertama Pelita Air Jakarta--Singapura tarik wisatawan
Rabu, 20 Agustus 2025 5:08 Wib
Balai Karantina musnahkan komoditas ilegal asal Malaysia-Singapura
Rabu, 2 Juli 2025 13:44 Wib
Wali Kota Fadly Amran lepas ekspor perdana L'ile Chocolate ke Singapura
Jumat, 20 Juni 2025 15:04 Wib
