Edwin: Cita-cita Pendiri Bangsa Belum Terwujud Merata

id Edwin: Cita-cita Pendiri Bangsa Belum Terwujud Merata

Ponorogo, (Antara) - Politisi senior Edwin Henawan Soekawati mengingatkan bahwa cita-cita pendiri bangsa Indonesia untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang adil dan sejahtera belum terwujud secara merata. "Setelah 68 tahun kemerdekaan Indonesia, baru sedikit rakyat Indonesia yang hidup dengan sejahtera, adil, dan makmur," kata Edwin Henawan Sukowati melalui siaran persnya, Minggu. Edwin Henawan mengatakan hal tersebut ketika menyampaika pidato pada Deklarasi Gerakan Pemulihan Indonesia (GPI) yang dihadiri sejumlah tokoh aktivis. Menurut dia, di usia ke-68 saat ini, hendaknya kehidupan yang sejahtera, adil, dan makur sudah dirasakan oleh sebagian besar bangsa Indonesia. Dia mempertanyakan dimana posisi sebagian besar rakyat Indonesia?Karena masih banyak rakyat Indonesia yang masih hidup miskin, maka cita-cita pendiri bangsa Indonesia untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang adil dan sejahtera, belum terwujud secara merata. "Padahal cita-cita pendiri bangsa Indonesia yang tertuang pada pembukaan UUD 1945, merupakan puncak dari perjuangan bangsa Indonesia selama raturan tahun," katanya. Pada acara deklarasi GPI tersebut, para tokoh aktivis yang hadir sepakat bahwa GPI bukan hanya organisasi slogan, tapi akan bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia. "GPI bukan hanya ada di meja diskusi, tapi dalam waktu dekat akan membuat gerakan nyata di masyarakat," kata salah seorang deklarator GPI, Suryokoco. Kemudian, putra almarhum Bung Tomo, Bambang Sulistomo, pada orasinya menyatakan, ada perbedaan menyolok antara pejuang zaman dulu dengan pejuang zaman sekarang. Kalau dulu, kata dia, pejuang tidak memikirkan imbalan apapun, tidak memikirkan mendapatkan jabatan atau kedudukan apapun demi mencapai kemerdekaan, tapi saat ini adalah kebalikannya. "Sebenarnya nilai-nilai dasar perjuangan adalah kejujuran dalam mengorbankan kepentingan pribadi dan golongan untuk kepentingan bangsa yang lebih luas," katanya. (*/wij)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.