Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Video klip yang mengancam akan membunuh mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra tidak diproduksi oleh kelompok teroris Al Qaida seperti yang diklaim dalam video, kata Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanatabutr. Hal ini diyakini bahwa video yang diposting hampir tiga menit di YouTube adalah palsu karena tidak biasa bagi seorang teroris untuk menunjukkan wajahnya ketika membaca pernyataan dan kejadian yang diakui menjadi alasan untuk membunuh Thaksin tidak terkait dengan kelompok Al-Qaida. Kepala NSC mengatakan, video tersebut kemungkinan berhubungan dengan lawab-lawan Thaksin, yang ingin mengikis kepercayaan antara pemerintah Thailand dan Malaysia dengan rumor yang direkam di Malaysia. Video juga dapat bertujuan untuk mengikis kepercayaan antara pemerintah Thailand dan Barisan Revolusi Nasional (BRN) sementara pembicaraan damai masih berlangsung. Sementara itu, Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi (ICT) Anudith Nakornthap mengatakan bahwa tidak ada perlunya untuk pelayanan ICT untuk memeriksa atau memverifikasi video klip itu, seperti yang diklaim oleh kelompok teroris yang tidak diterima oleh dunia demokratis maupun YouTube. Selanjutnya, siapapun yang membuat dan memposting klip itu adalah orang-orang sakit yang bermaksud untuk balas dendam terhadap Thaksin. (*/jno)
Berita Terkait
Paspampres buka suara soal video anggotanya yang viral di London
Kamis, 29 Januari 2026 4:32 Wib
Ikan keramba jaring apung Danau Maninjau mati secara massal (Video)
Rabu, 28 Januari 2026 16:24 Wib
Hoaks! Video rekaman penumpang detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500
Rabu, 28 Januari 2026 11:01 Wib
Kecelakaan beruntun terjadi di Pendakian Panyalaian, Tanah Datar (Video)
Senin, 26 Januari 2026 9:56 Wib
TNI selesai bangun tujuh jembatan armco-bailey di lokasi bencana Agam (Video)
Minggu, 25 Januari 2026 18:32 Wib
Warga terdampak bencana Palembayan, Agam terbantu pendistribusian air bersih TNI (Video)
Minggu, 25 Januari 2026 16:02 Wib
Cek fakta, video TNI bangun jembatan darurat bencana Sumatera dalam semalam
Minggu, 25 Januari 2026 14:36 Wib
TNI sediakan air siap minum di hunian sementara Kayu Pasak Agam (Video)
Sabtu, 24 Januari 2026 14:27 Wib
