Pacu kuda di Payakumbuh diharapkan dapat naikkan harga kuda pacu

id Pacu kuda

Pacu kuda di Payakumbuh diharapkan dapat naikkan harga kuda pacu

Ketua Pelaksana Pacu Kuda Payakumbuh Bank Nagari Open Race Tahun 2022, Faulo Rosi saat melihat kuda pacuan yang ada di kandang Pordasi Payakumbuh. (Antara/Akmal Saputra)

Payakumbuh (ANTARA) - Pelaksanaan Pacu Kuda di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat diharapkan dapat menaikkan kembali harga kuda pacuan setelah mengalami penurunan yang signifikan selama pandemi COVID-19.

Ketua Pelaksana Pacu Kuda Payakumbuh Bank Nagari Open Race Tahun 2022, Faulo Rosi di Payakumbuh, Senin mengatakan menurunnya harga kuda pacuan di Sumatera Barat karena tidak ada iven pacu kuda semenjak 2020.

"Pacu kuda sudah dua tahun atau semenjak 2020 tidak dilaksanakan karena pandemi COVID-19. Efeknya, harga jual kuda pacu menurun drastis," katanya didampingi Ketua Bidang Pacuan Maidison.

Pelaksanaan pacu kuda di Kota Payakumbuh direncanakan hanya akan digelar selama sehari di Galanggang Kubu Gadang, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Minggu (20/2).

Ia mengatakan penurunan harga kuda pacu bisa mencapai lebih 50 persen. Pada saat iven pacu kuda masih rutin dilaksanakan rata-rata harga kuda pacu untuk kuda yang pemula Rp150 Juta.

"Harga ini turun drastis, dari yang rata-rata Rp150 juta harga kuda pacu menjadi 50 juta, itu untuk harga kuda pacu pemula," ungkap dia yang juga merupakan Ketua Harian Pordasi Payakumbuh itu.

Menurutnya pangsa pasar kuda pacu Sumatera Barat adalah Pulau Jawa khususnya dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Apalagi untuk Sumatera Barat Kota Payakumbuh merupakan sentral kuda pacu. Semoga dengan dapat digelarnya kembali pacu kuda ini harga pasar kuda pacu dapat meningkat kembali," katanya.

Ia mengatakan pacu kuda di Kota Payakumbuh akan melaksanakan 11 sampai dengan 12 race dari 10 kelas yang diperlombakan.

"Perkiraan yang ikut 65 sampai 75 kuda yang didominasi dari Sumbar. Seluruh pengcab di Sumbar ikut dan juga ada yang dari Riau, Sumut dan Aceh," ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan pacu kuda kali ini akan mengikuti protokol kesehatan dan seluruh peserta dan penonton wajib telah divaksin COVID-19.

"Pada pelaksanaan kali ini penonton tidak dipungut tiket dan hanya diperbolehkan 75 persen dari kapasitas galanggang. Seluruh peserta dan penonton wajib di vaksin jadi nanti akan di barcode," katanya.

Di lokasi, nantinya juga akan disediakan lokasi untuk pelaksanaan COVID-19 yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh sehingga penonton yang belum divaksin dapat mengikuti vaksinasi di lokasi.

"Selama kegiatan kami cuma menyediakan dua pintu masuk. Kedua pintu tersebut disediakan tempat vaksinasi COVID-19. Ini juga untuk mempercepat vaksinasi di Kota Payakumbuh," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.