Rektor Unand minta lulusan terus asah kompetensi untuk bersaing di dunia kerja

id unand,wisuda

Rektor Unand minta lulusan terus asah kompetensi untuk bersaing di dunia kerja

Prosesi Wisuda IV 2021 Universitas Andalas (Unand) di Padang, Sabtu. (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang (ANTARA) - Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Yuliandri meminta para lulusan dari kampus tersebut terus mengasah kompetensi sebagai bekal bersaing memasuki dunia kerja.

"Ketatnya persaingan dalam segala aspek kehidupan membuat kita harus mempunyai kompetensi yang dapat diandalkan, terus latih dan asah agar menjadi bekal," kata dia di Padang, Sabtu.

Wisuda IV Unand 2021 dilaksanakan secara daring yang diikuti 995 orang wisudawan terdiri atas Program Diploma (D3) sebanyak 31 orang, Sarjana 738 orang, Profesi 77 orang, Magister 123 orang, Spesialis 10 orang dan Doktor sebanyak 16 orang.

Dengan telah ditetapkannya Unand sebagai perguruan tinggi berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) salah satu indikator kinerja utama adalah jumlah lulusan perguruan tinggi yang mendapat pekerjaan layak dan jumlah mahasiswa yang mendapat pengalaman di luar kampus.

Rektor berpesan selain mengasah kompetensi salah satu sikap yang harus dimiliki adalah mengedepankan perilaku bermartabat dan berbudaya dan tidak takut gagal.

"Jika kita berhenti berusaha sebelum mencapai sukses akan menjadi kegagalan, untuk itu tetap berusaha sekuat tenaga bermodal ilmu pengetahuan yang dimiliki sebagai jalan menuju sukses," katanya.

Ia meyakini dengan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan darma bhakti maka lulusan Unand akan menjadi insan yang berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara yang berdaya saing di pasar global dengan menjadi wirausahawan, profesional, maupun birokrat muda yang andal.

"Para wisudawan adalah generasi muda yang di masa depan yang akan berperan menjadi mesin penggerak dan sebagai estafet pelaksanaan tugas-tugas dan juga akan menebar manfaat untuk kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara," katanya

Pada sisi lain ia mengakui menjalani tahapan penyelesaian studi dalam situasi pandemi COVID-19 bukan hal mudah karena butuh kesabaran dan ketabahan.

"Prosesi wisuda daring di masa pandemi juga memberi pesan kuat bahwa proses pendidikan itu mengharuskan sebuah inovasi dan kolaborasi," ujarnya.*

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2021