Tiga unit toko di Pasar Sungai Geringging Padang Pariaman hangus terbakar

id toko hangus terbakar,Pasar Sungai Geringging ,Padang Pariaman ,berita Padang Pariaman ,berita sumbar

Tiga unit toko di Pasar Sungai Geringging Padang Pariaman hangus terbakar

Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi kebakaran di Pasar Sungai Geringging, Padang Pariaman, Sumbar pasca-terbakar Kamis dini hari. (Antara/Aadiaat M.S)

Pariaman, (ANTARA) - Tiga unit toko di kompleks pertokoan Pasar Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat hangus terbakar diduga akibat korsleting listrik yang terjadi pada Kamis dini hari (7/10) sekitar pukul 01.15 WIB.

"Warga mendengar ada suara ledakan beberapa kali di dekat meteran listrik. Namun kami akan menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini," kata Kapolsek Sungai Geringging Iptu Anazrul di Sungai Geringiging, Kamis.

Ia mengatakan pada peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun setidaknya ada tiga toko yang terbakar dan diperkirakan kerugiannya sekitar Rp1 miliar.

Setidaknya ada enam armada mobil pemadam kebakaran membantu memadamkan api yaitu empat dari Kabupaten Padang Pariaman, satu dari Kota Pariaman, dan satu dari Kabupaten Agam serta dibantu oleh warga dan anggota polisi setempat

"Api baru padam sekitar dua jam setelah kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB," katanya.

Sementara itu, salah seorang korban kebakaran Wardiman (48) mengatakan terdapat satu toko menjual barang kebutuhan harian, satu toko difungsikan sementara untuk gudang barang bangunan, dan bangunan semi permanen di atas ruko miliknya hangus terbakar pada peristiwa itu.

"Sumber api dari toko kelontong, barang-barang yang dijual dan yang di gudang tidak dapat diselamatkan, kalau dagangan saya kosmetik dan obat dibantu warga mengevakuasinya," kata dia.

Beruntung, lanjutnya di sisi kiri dari toko kelontong yang diduga menjadi sumber api merupakan bangunan ruko permanen yang baru dibangun sehingga api tidak menyebar ke arah tersebut.

Ia berharap pemerintah setempat mendirikan posko pemadam kebakaran di kawasan itu, sebab daerah itu sering terjadi kebakaran namun petugas sering terlambat datang karena lokasi mobil pemadam yang jauh.

"Jadi pas api telah terkendali oleh masyarakat baru pemadam datang, karena lokasinya jauh dari pemadam," ujarnya.

Selain itu ia juga menyampaikan harapan korban lainnya untuk adanya bantuan dari pihak terkait agar mereka dapat mendirikan toko dan dapat berdagang kembali. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021